Posted on July 1, 2008 by dhadhang
Melihat perilaku/pengetahuan masyarakat tentang obat-obatan sangat menarik dan kadang-kadang “menyedihkan”…terutama yang berkaitan dengan keberadaan Apoteker sebagai seseorang yang dianggap paling tahu tentang obat…sesuai apa yang dipelajarinya selama kuliah 5 tahun (sarjana + profesi)
Masih banyak masyarakat pengguna obat yang menggunakan obat berdasarkan sugesti dari info-info yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. Ada yang mau mengkonsumsi obat dengan kemasan tertentu, beda kemasan tidak mau, padahal isi obatnya sama dan reputasi pabrik pembuatnya tidak jauh berbeda.
Filed under: Informasi Obat | No Comments »
Posted on July 1, 2008 by dhadhang
Kalo melihat cashflow quadrant-nya Robert T. Kiyosaki, profesi farmasis merupakan salah satu profesi kesehatan yang dapat menempati ke-4 kuadran tersebut. Tapi, sayangnya kebanyakan dari farmasis tersebut masih banyak yang berada di kuadran kiri (employee & shelf employee).
Mengapa ini bisa terjadi? Bukankah teori-teori selama kuliah sudah cukup untuk membekali farmasis/calon farmasis untuk berlomba-lomba melompat ke kuadran kanan?
Yang lebih ironi, apotek K-24 yang notabene sebagai apotek franchise pertama di Indonesia yang punya adalah seorang dokter…kemanakah farmasis-farmasis tersebut?
Filed under: Enterpreneurship | No Comments »
Posted on June 26, 2008 by dhadhang
Untuk menjawab pertanyaan mahasiswa Keperawatan Unsoed tersebut, berikut ini saya tuliskan monografi NEUROMEC, suatu sediaan kaplet salut selaput produksi Mecosin (bukan bermaksud promosi pabrik, karena tidak punya kepentingan sama sekali). Sebenarnya terdapat banyak sediaan sejenis yang ada di pasaran Indonesia.
NEUROMEC
Kaplet salut selaput
Komposisi
Tiap kaplet mengandung:
Metampiron 500 mg
Vitamin B1 50 mg
Vitamin B6 10 mg
Vitamin B12 10 mg
Cara kerja Obat
NEUROMEC kaplet adalah analgetik-antipiretik yang mengandung vitamin-vitamin yang berguna untuk menghilangkan rasa nyeri dan/atau linu yang neurogenik
Indikasi
NEUROMEC diindikasikan untuk menghilangkan:
- sakit kepala
- sakit gigi
- neuralgia
- lumbago
- rheumatisme
- kolik pada ginjal dan kantung empedu
- nyeri pada otot atau persendian
Dosis
- Dewasa : sehari 3 – 4 kali, 1 – 2 kaplet
- Anak usia di atas 5 tahun : sehari 3 – 4 kali, ½ - 1 kaplet
Kontraindikasi
- Penderita hipersensitif terhadap metampiron
- Wanita hamil, terutama pada 3 bulan pertama dan 6 minggu terakhir
- Bayi usia 3 bulan pertama atau dengan berat badan di bawah 5 kg
- Penderita dengan tekanan darah kurang dari 100 mmHg
Peringatan dan perhatian
- Walaupun jarang menimbulkan agranulositosis, tetapi dapat berakibat fatal, oleh karena itu sebaiknya tidak digunakan terus menerus dalam jangka panjang
- Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan/kelainan pembentukan darah
Efek samping
- reaksi hipersensitif
- reaksi pada kulit
- agranulositosis
Filed under: Informasi Obat | No Comments »
Posted on June 26, 2008 by dhadhang
Kemarin, 25 Juni ada pertanyaan ke apotek kami tentang pemberian allopurinol, captopril, dan neuromec (produksi Mecosin) untuk pasien yang mempunyai keluhan asam urat, hipertensi, dan pegel-pegel…penyakit yang sering dialami oleh masyarakat di kampung.
Kebetulan yang bertanya waktu itu adalah mahasiswa S1 Keperawatan Unsoed. Yang ditanyakan waktu itu apakah ketiga obat tersebut aman jika dikonsumsi bersamaan?
Yang menarik di sini, mahasiswa tersebut udah cukup berani memberikan terapi kepada masyarakat…mahasiswa tersebut sekarang ini tercatat sebagai mahasiswa semester 6 dan tidak punya background akper atau SPK sebelumnya.
Mahasiswa tersebut “hanya” bermodalkan keberanian diri untuk memfasilitasi keluhan-keluhan tetangga di sekitar rumahnya…dia dianggap layaknya “dokter” oleh masyarakat di sekitarnya…
Saya salut dengan mahasiswa ini, ketika ada persoalan tentang obat yang dia belum mengetahui dia langsung nelpon/nanya ke apotek kami –apotek SAMARA–…juga beli obatnya di apotek kami juga…
Waktu saya mengajar saya sampaikan kepada mahasiswa Farmasi Unsoed tentang mahasiswa Keperawatan ini, yang notabene adalah tetangga kami di Unsoed. Tapi, saya belum melihat juga gereget dari mahasiswa Farmasi untuk berani belajar ‘menghadapi’ kondisi riil masyarakat…
Pertanyaan saya, apakah ada yang kurang beres dengan kurikulum/pembelajaran di pendidikan tinggi Farmasi di Indonesia sehingga mahasiswa/lulusannya…dalam hal ini Apoteker tidak berani terjun langsung ‘bertemu’ dengan masyarakat menularkan ilmunya tentang obat…memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang penggunaan obat yang benar…sehingga masyarakat umum atau profesi kesehatan yang lain juga mengakui eksistensi kita sebagai AHLI OBAT
Wallahu a’lam
Filed under: konsultasi obat | No Comments »
Posted on June 25, 2008 by dhadhang
Belakangan ini semarak kembali tentang ‘pembredelan’ jamu-jamu yang diindikasikan mengandung BKO..hal ini disikapi beragam oleh elemen masyarakat. Ada yang menyikapi dengan biasa, ada yang malah pengen tahu, bahkan ada yang semakin curiga…apriori dan semakin tidak berani mengkonsumsi jamu.
Apoteker yang oleh pemerintah sah NKRI dipercaya menjadi pengelola dan penanggung jawab produksi jamu kembali menjadi sorotan…tentunya buat Apoteker yang masih punya hati nurani.
Filed under: Serba-serbi Apoteker | No Comments »
Posted on June 25, 2008 by dhadhang
Kebetulan, tanggal 12 Juni lalu, di Jerman diperingati “Hari Apotek
(Der Tag der Apotheke)”. Sebulan sebelum peringatan Hari Apotek itu,
Institut für Demoskopie Allensbach (The Allensbach Foundation for
Public Opinion Research), mengumumkan hasil jajak pendapat yang
dilakukan pada bulan April 2008. Institut Allensbach itu menyigi
pendapat masyarakat Jerman tentang institusi layanan umum (Apotek,
rumah sakit, Pos, Kereta Api, telkom dll).
Menurut hasil jajak pendapat di atas, layanan Apotek di Jerman dinilai
baik oleh 87% responden, dan menduduki urutan pertama, sama dengan
hasil jajak pendapat enam tahun lalu, pada 2002. Claudia Schiffer,
salah satu fotomodel papan atas dunia kelahiran Duesseldorf yang
sekarang tinggal di London, saat diwawancara koran Welt am Sonntag dan
ditanya “apa yang dirasakan hilang ketika tinggal di tempat barunya”,
mantan tunangan David Copperfield itu menjawab, “layanan Apotek Jerman!”
Bahkan, sebuah studi bertajuk “Zukunft der Apotheke (Masa Depan
Apotek” yang diadakan Marktforschungsinst ituts psychonomics AG
menyatakan bahwa saat ini, dua pertiga penduduk Jerman lebih memilih
mendatangi apotek untuk berkonsultasi perihal keluhan-keluhan ringan
berkaitan dengan kesehatannya dibandingkan pergi ke dokter. Studi yang
sama di tahun 2003, melaporkan baru sekitar 56% penduduk yang
melakukan hal yang sama. Sebuah koran lokal (Duesseldorfer Express,
Jumat 13 Juni 2008), saat memberitakan hasil studi itu, menulis judul
yang cukup provokatif: “Apotheke Statt Arzt-Besuch (Apotek pengganti
kunjungan ke Dokter)”
Filed under: Serba-serbi Apoteker | No Comments »
Posted on March 22, 2008 by dhadhang
Apotek SAMARA juga melayani konsultasi obat yang diasuh oleh Dhadhang Wahyu Kurniawan dan Yudyawati selaku pemilik dan pengelola apotek.
Filed under: konsultasi obat | Tagged: apotek, blog, obat | 2 Comments »
Posted on January 26, 2008 by dhadhang
Apotek SAMARA juga menyediakan layanan informasi obat sederhana buat yang memerlukan
Filed under: Informasi Obat | 1 Comment »