Asam urat, hipertensi, pegel-pegel…

Kemarin, 25 Juni ada pertanyaan ke apotek kami tentang pemberian allopurinol, captopril, dan neuromec (produksi Mecosin) untuk pasien yang mempunyai keluhan asam urat, hipertensi, dan pegel-pegel…penyakit yang sering dialami oleh masyarakat di kampung.

Kebetulan yang bertanya waktu itu adalah mahasiswa S1 Keperawatan Unsoed. Yang ditanyakan waktu itu apakah ketiga obat tersebut aman jika dikonsumsi bersamaan?

Yang menarik di sini, mahasiswa tersebut udah cukup berani memberikan terapi kepada masyarakat…mahasiswa tersebut sekarang ini tercatat sebagai mahasiswa semester 6 dan tidak punya background akper atau SPK sebelumnya.

Mahasiswa tersebut “hanya” bermodalkan keberanian diri untuk memfasilitasi keluhan-keluhan tetangga di sekitar rumahnya…dia dianggap layaknya “dokter” oleh masyarakat di sekitarnya…

Saya salut dengan mahasiswa ini, ketika ada persoalan tentang obat yang dia belum mengetahui dia langsung nelpon/nanya ke apotek kami –apotek SAMARA–…juga beli obatnya di apotek kami juga…:)

Waktu saya mengajar saya sampaikan kepada mahasiswa Farmasi Unsoed tentang mahasiswa Keperawatan ini, yang notabene adalah tetangga kami di Unsoed. Tapi, saya belum melihat juga gereget dari mahasiswa Farmasi untuk berani belajar ‘menghadapi’ kondisi riil masyarakat…

Pertanyaan saya, apakah ada yang kurang beres dengan kurikulum/pembelajaran di pendidikan tinggi Farmasi di Indonesia sehingga mahasiswa/lulusannya…dalam hal ini Apoteker tidak berani terjun langsung ‘bertemu’ dengan masyarakat menularkan ilmunya tentang obat…memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang penggunaan obat yang benar…sehingga masyarakat umum atau profesi kesehatan yang lain juga mengakui eksistensi kita sebagai AHLI OBAT

Wallahu a’lam

Leave a Reply