SUPERVISOR PRODUKSI
Ini adalah pekerjaan pertama saya pasca lulus kuliah, waktu itu tanggal 7 Mei 2003 merupakan hari pertamaku menjadi Supervisor Produksi di PT Hexpharm Jaya Laboratories, Cipanas (Kalbe Farma Grup).
Menyenangkan sekali, setelah lulus kuliah langsung mendapatkan pekerjaan dengan fasilitas yang lumayan…gaji cukup, tinggal di mess pabrik, suasana pabrik cukup dingin dan sejuk…+ kondisi perusahaan yang sudah bersertifikasi ISO 9001:2000.
Sebagai Supervisor Produksi, pekerjaan utama saya adalah memanage anak buah supaya dapat merealisasikan target produksi sesuai dengan rencana perusahaan. Ilmu kefarmasian sangat sedikit sekali berperan dalam pekerjaan saya ini. Ilmu kefarmasian mungkin terpakai ketika ada masalah dengan proses produksi…tablet capping, kadar air granul tidak memenuhi syarat, tablet rapuh, dan sejenisnya.
Pekerjaan saya ini lebih membutuhkan kemampuan manajemen…terutama manajemen sumber daya manusia…dan itu menarik sekali buat saya.
Saya menikah ketika masih tercatat sebagai Supervisor Produksi di PT Hexpharm Jaya Labs. ini…alhambulillahnya, biaya pernikahan bisa kami tanggung sendiri:)
Selama hampir 2 tahun saya di PT Hexpharm Jaya Labs. sebenarnya tidak ada kendala berarti yang membuat saya tidak betah. Mungkin sifat mudah bosan saya yang membuat saya gerah untuk berlama-lama bekerja di pabrik ini.
Setelah bekerja di PT Hexpharm Jaya Labs. saya sempat seminggu bekerja di PT Guardian Pharmatama Tangerang, tetapi karena berbagai alasan dan pertimbangan saya memutuskan mundur dari perusahaan tersebut.
DOSEN
Setelah merenung dan berpikir mendalam akhirnya saya memutuskan banting setir ke dunia pendidikan…mungkin secara genetik ini bawaan dari Ibu saya, yang menjadi seorang guru SD di Lamongan.
1 September 2005 saya mulai berkarier menjadi Dosen Pembimbing Praktikum di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Jakarta Selatan. Bekerja di tempat ini saya hanya sampai bulan April 2006, karena pada bulan Maret 2008 dapat kabar diterima sebagai PNS di Program Sarjana Farmasi Unsoed.
Per 1 April 2006 terhitung sebagai TMT saya di Program Sarjana Farmasi Unsoed…menjadi PNS adalah salah satu pengabdian juga kepada orang tua. Karena bagaimanapun orang tua akan senang ketika melihat ada salah satu anaknya yang bisa menjadi PNS, mengingat orang tuaku juga seorang PNS.
June 13, 2008 at 3:25 pm |
pak, saya mau menanyakan mengenai salary yang diperoleh sebagai seorang supervisor produksi di PT. Hexpharm?apakah mencapai 3 juta?apakah pekerjaan tersebut sangat sibuk?saya sedang melamar sebagai supervisor produksi pada perusahaan ini untuk bagian produksi infus,mohon sarannya bila nanti saya diterima sebagai karyawan di perusahaan ini,
terima kasih
Maaf terlambat membalas…kalo zaman saya dulu nggak sampe segitu, dulu waktu jaman saya masih sekitar 2 juta-an…ga tau sekarang. Pekerjaan sebagai supervisor produksi sebenarnya tidak sibuk-sibuk amat, cuma masalahnya di Hexpharm mess-nya satu komplek dengan pabrik, jadi Supervisor produksi harus siap sewaktu-waktu turun ke pabrik jika ada masalah produksi.
Kalo diterima enjoy aja, ambil pengalamannya…meskipun perusahaan terkecil di group Kalbe farma tetapi manajemennya sudah mengikuti ISO, jadi lumayan buat belajar…
Salam
September 8, 2008 at 8:54 am |
Assalamuálaikum wr.wb pak dhadhang saya baru saja diterima di PT. Hexpharm Jaya, saya ingin meminta kiat2 pak dhadhang agar bisa betah bekerja disini minimal selama 2 tahun
September 9, 2008 at 2:49 am |
Wa’alaikum salam wr. wb.
Dinikmati dan dijalani aja…belajar sebanyak-banyaknya, terutama tentang manajemen perusahaannya –ISO yang udah didapatkan oleh HJ–
Jaga hubungan baik juga dengan seluruh karyawan HJ, karena kita tidak akan kerja nyaman kalo suasananya tidak mendukung.
Apalagi ya?? Paling itu ajah sih, diniatin untuk belajar sebanyak-banyaknya…
Salam untuk semua karyawan HJ…
September 12, 2008 at 12:08 pm |
asslm. pak saya tmasuk apoteker yg agk nekat krn stlh lulus langsung buka apotek sndiri,skrg sdh bjalan setahun n omset per hari +/- 1 jt,blm ada praktek dokter n resep msh jarang,mnrt bpk prospek apotek sy kdepan bgm?dan mohon kiat2x utk bkembang mjadi apotek jaringan. Terimakasih.
September 13, 2008 at 2:08 am |
Wa’alaikum salam wr.wb.
Omset segitu itu udah termasuk bagus lho untuk apotek yang baru berdiri…selamat ya…!
Tapi relatif juga sih, tergantung modal yang digunakan untuk pendirian apoteknya…kalo modalnya tidak terlalu besar, omset segitu udah termasuk bagus, tapi kalo modalnya cukup besar, mungkin omset segitu kurang menggembirakan.
Kalo boleh tahu, lokasi apotek Anda gimana? dekat keramaian kah? jarak dengan kompetitor terdekat gimana?
Kalo Anda mau bikin apotek jaringan, terlebih dulu Anda harus punya teman-teman yang bisa diajak kerja sama…mungkin bisa memanfaatkan jalur ISFI…segera aja mulai penjajakan dengan teman-teman seprofesi Anda untuk diajak kerja sama dan merintis apotek jaringan.
Lebih baik dengan teman seprofesi, karena akan lebih mendekatkan kita dalam pengembangan bisnis dan profesi serta eksistensi profesi farmasis.
Kalo masih ada yang belum puas, bisa kontak-kontak lagi. Terima kasih atas atensinya.
Salam,
September 13, 2008 at 3:09 pm |
asslamualaikum.Wr.Wb.
mksh bgt y pak ats masukannya,trus trang sy memang lg butuh tmpt share tentang pengembangan apotek, lokasi apotek saya di pinggir jalan alternatif bukan jalan raya utama, dilewati satu angkot,alhmdulillah dikelilingi beberapa kompleks perumahan,kompetitor terdekat ialah toko-toko obat yang sdh lama dan cukup ramai, dan ada apotek yg baru juga berdiri, kurang lebih jaraknya 1 km dr apotek saya, disekitarnya banyak praktek dokter dispensing,bidan dispensing sehingga saya agak sulit untuk mengajak mereka berkerjasama dlm hal pengadaan obat.
pak.gmana cara jitu untk bekerjasama dg perusahaan-perusahaan dalam hal pengadaan obat, kebetulan apotek saya berlokasi di daerah tangerang.Terima kasih ats jawabannya.
Wassalamualaikum.Wr.Wb
September 15, 2008 at 2:33 am |
Wa’alaikum salam wr. wb.
Maksud Mbak bekerja sama seperti apa? Karena menurut peraturan yang ada, apotek tidak boleh mengadakan kerja sama dengan perusahaan/industri farmasi dalam pengadaan obat.
Dalam pengadaan obatnya, apotek harus melalui PBF, karena perusahaan/industri farmasi tidak boleh mendistribusikan produknya sendiri…harus melalui PBF.
Oya, untuk menghadapi dokter/bidan/perawat yang melakukan dispensig kita nggak boleh terlalu frontal…pakai pendekatan yang halus…personal.
Tidak ada salahnya kalo Mbak bersilaturrahim kepada orang-orang tersebut & Mbak konsisten untuk menunjukkan jati diri + eksistensi Mbak sebagai Farmasis…insya Allah akan ada hasilnya…boleh dicoba…:)
Salam,
October 17, 2009 at 12:11 am |
Hello pak, masih inget saya,,saya masih di HJ lho pak…cuma bukan sebagai operator lagi, saya sudah menjadi staff Quality System sejak tahun 2007…makasih banyak y pak atas semuanya…sudah lama nech tidak ketemu
October 17, 2009 at 4:45 am |
masih inget dong…
gimana kabar teman2 HJ???