Etika Obat Syrup Tanpa Label????

April 7, 2009

Beberapa waktu lalu, pas giliran jaga apotek saya kedatangan konsumen ingin membeli obat masuk angin. Seperti biasanya, saya tidak langsung mengambilkan obat yang konsumen inginkan –karena sang konsumen tidak menyebutkan merk obat tertentu–, saya bertanya dulu kepada konsumen tentang keluhan yang sedang dialami.

Kebetulan yang sedang menderita sakit adalah putri sang bapak –konsumen tersebut–, berumur 9 tahun. Sambil mendengarkan sang bapak bercerita, analisis saya mengarah bahwa putrinya tidak sedang mengalami masuk angin biasa.

Sang bapak bercerita, bahwa putrinya sudah mengalami keluhan tersebut –mual, BAB-nya agak encer, sedikit demam dengan interval waktu agak beraturan– selama lebih dari 2 hari. Sang bapak juga bercerita bahwa putrinya sudah dibawa ke praktek dokter terdekat (tentunya dispensing), dan sudah diberi obat, tapi selama 2 hari tersebut keluhannya belum hilang.

Saya bertanya kepada sang bapak, kira2 rumahnya jauh nggak dari apotek…beliau menjawab dekat kok…saya melanjutkan pertanyaan kepada sang bapak…kalo bapak tidak keberatan, boleh nggak saya tahu obat yang sudah diberikan oleh dokter…alhamdulillah sang bapak tidak keberatan.

Saya menanyakan obat yang sudah diberikan oleh dokter maksudnya adalah supaya tidak terjadi duplikasi obat dan bisa menentukan kira2 selanjutnya obat yang dapat diberikan kepada putri berusia 9 tahun tersebut tepat.

Tidak lama kemudian, sang bapak kembali ke apotek sambil membawa 2 botol syrup yang sudah tidak ada identitasnya, yang ada hanya label praktek dokter yang bersangkutan.

Akhirnya, saya hanya bisa mengidentifikasi dan berasumsi nama obat tersebut berdasarkan organoleptis aja…terus dikaitkan dengan keluhan dari konsumen. Kemudian saya putuskan nama obat yang bisa dibeli oleh sang bapak…tentunya saya berikan alternatif pilihan kepada sang bapak untuk memilih…Alhamdulillah, terjadi kesepakatan transaksi.

Yang menjadi pertanyaan besar saya adalah…sudah adakah aturan yang mengatur tentang pelepasan label resmi dari pabrik pembuat yang menempel pada botol syrup. Sebenarnya sudah sering saya menemukan kasus seperti ini di apotek saya…????

Bagaimana kita bisa mencerdaskan masyarakat tentang kesehatan, kalo profesi kesehatan malah menyembunyikan jati diri obat yang akan diberikan kepada pasien/konsumen…?????


Bentuk sediaan farmasi di masyarakat

July 1, 2008

Melihat perilaku/pengetahuan masyarakat tentang obat-obatan sangat menarik dan kadang-kadang “menyedihkan”…terutama yang berkaitan dengan keberadaan Apoteker sebagai seseorang yang dianggap paling tahu tentang obat…sesuai apa yang dipelajarinya selama kuliah 5 tahun (sarjana + profesi)

Masih banyak masyarakat pengguna obat yang menggunakan obat berdasarkan sugesti dari info-info yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. Ada yang mau mengkonsumsi obat dengan kemasan tertentu, beda kemasan tidak mau, padahal isi obatnya sama dan reputasi pabrik pembuatnya tidak jauh berbeda.

Sering kejadian di apotek, konsumen tidak jadi membeli obat hanya karena obat yang dimaksud beda bentuk sediaannya…pengen beli paracetamol yang tablet, kebetulan yang ada di apotek tinggal yang kaplet…pengen beli antalgin yang berkemasan strip, kebetulan yang sisa di apotek berkemasan blister…dengan ‘keukeh’nya konsumen tersebut tidak mau membeli…:(


Neuromec

June 26, 2008

Untuk menjawab pertanyaan mahasiswa Keperawatan Unsoed tersebut, berikut ini saya tuliskan monografi NEUROMEC, suatu sediaan kaplet salut selaput produksi Mecosin (bukan bermaksud promosi pabrik, karena tidak punya kepentingan sama sekali). Sebenarnya terdapat banyak sediaan sejenis yang ada di pasaran Indonesia.

 

NEUROMEC

Kaplet salut selaput

 

Komposisi

Tiap kaplet mengandung:

Metampiron                              500 mg

Vitamin B1                                 50 mg

Vitamin B6                                 10 mg

Vitamin B12                               10 mg

 

Cara kerja Obat

NEUROMEC kaplet adalah analgetik-antipiretik yang mengandung vitamin-vitamin yang berguna untuk menghilangkan rasa nyeri dan/atau linu yang neurogenik

 

Indikasi

NEUROMEC diindikasikan untuk menghilangkan:

-         sakit kepala

-         sakit gigi

-         neuralgia

-         lumbago

-         rheumatisme

-         kolik pada ginjal dan kantung empedu

-         nyeri pada otot atau persendian

 

Dosis

- Dewasa                                 : sehari 3 – 4 kali, 1 – 2 kaplet

- Anak usia di atas 5 tahun        : sehari 3 – 4 kali, ½ – 1 kaplet

 

Kontraindikasi

-         Penderita hipersensitif terhadap metampiron

-         Wanita hamil, terutama pada 3 bulan pertama dan 6 minggu terakhir

-         Bayi usia 3 bulan pertama atau dengan berat badan di bawah 5 kg

-         Penderita dengan tekanan darah kurang dari 100 mmHg

 

Peringatan dan perhatian

-         Walaupun jarang menimbulkan agranulositosis, tetapi dapat berakibat fatal, oleh karena itu sebaiknya tidak digunakan terus menerus dalam jangka panjang

-         Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan/kelainan pembentukan darah

 

Efek samping

-         reaksi hipersensitif

-         reaksi pada kulit

-         agranulositosis

 


Layanan lain Apotek Samara

January 26, 2008

Apotek SAMARA juga menyediakan layanan informasi obat sederhana buat yang memerlukan