Jaringan Farmasi Inggris Berikan Layanan Khusus Selama Ramadhan

August 20, 2008
Suasana menyambut Ramadan sudah terasa di berbagai negara. Sebuah jaringan perusahaan farmasi terkenal di Inggris, Co-operative Pharmacy, akan memberikan layanan kesehatan khusus bagi warga Muslim selama bulan RamadanAdrian Price, manajer perusahaan itu mengatakan, selama bulan Ramadan banyak pasien yang mengubah jadwal minum obat mereka, bahkan mengubah dosis yang mereka minum setiap hari tanpa melakukan konsultasi terlebih dulu. Oleh sebab itu, Co-operative Pharmacy akan membantu para pasien untuk memberikan konsultasi gratis dengan bantuan para ahli farmasinya, tentang problem obat-obatan yang harus mereka minum serta membantu memberikan solusinya.

“Menghabiskan beberapa menit untuk berkonsultasi tentang persoalan-persoalan kesehatan yang mereka hadapi, itu lebih baik, ” kata Price.

Co-operative Pharmacy adalah jaringan farmasi terbesar ketiga di Inggris yang meniliki sekitar 800 cabang. “Kami mendorong para pelanggan kami untuk melakukan konsultasi tentang obat-obatan yang mereka minum, terutama mendekati bulan Ramadan, akan sangat bermanfaat bagi mereka yang akan berpuasa, ” sambung Price.

Untuk keperluan kegiatan ini, perusahaan tersebut memberikan pelatihan bagi para apotekernya di 40 cabangnya, terutama yang berada di kawasan yang populasi Muslimnya cukup besar. Para apoteker akan memberikan penjelasan bagaimana menjalankan ibadah puasa tanpa harus mengurangi efektivitas obat-obatan yang mereka minum dan memberikan penjelasan tentang bahayanya jika mereka mengubah jadwal minum obat, terutama obat-obatan dengan resep dokter, tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Co-operative Pharmacy sudah menyebarluaskan kegiatannya itu melakukan situsnya dalam tiga bahasa; Inggris, Urdu dan Bengali. Karena di Inggris, mayoritas warga Muslimnya berasal dari Pakistan, India dan Bengali.

“Kami menghargai pentingnya memahami budaya dan sensivitasnya ketika bersentuhan dengan implikasi kesehatan seseorang terkait dengan keyakinan agama yang dianutnya, ” ujar Price tentang kegiatan sosial yang dilakukan perusahaannya selama Ramadan nanti. (ln/iol)

diambil dari www.eramuslim. com


Keren Banget…

August 19, 2008
Tesis Astrofisika Gitaris Queen Dibukukan
Dr Brian May CBE diangkat menjadi Rektor Liverpool John Moores University pada November 2007 setelah lulus S3 dalam bidang astrofisika.
Minggu, 3 Agustus 2008 | 09:54 WIB

JAKARTA, MINGGU – Bermain musik puluhan tahun ternyata tak menurunkan niat gitaris grup band legendaris Queen, Brian May, untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya. Pendidikan doktoralnya dalam bidang astrofisika yang sempat berhenti akhirnya selesai tahun lalu dan tesisnya baru saja dibukukan.

“Saya telah menikmati hari-hari bermain gitar dan bermusik dengan Queen tetapi suatu kepuasan tersendiri dapat mempublikasikan tesis saya. Saya telah tertarik dengan dunia astronomi bertahun-tahun dan sangat bahagia akhirnya dapat meraih gelar Ph.D tahun lalu dan mempublikasikan studi saya tentang cahaya Zodiak dalam sebuah buku,” kata May.

Tesis yang sudah disusun lengkap tersebut dicetak dalam sebuah buku yang berjudul “A Survey of Radial Velocities in the Zodiacal Dust Cloud” (Springer and Canopus Publishing Ltd., 2008). Dalam tesisnya, May menguji fenomena misterius yang dikenal dengan cahaya Zodiak (cahaya fajar) yakni cahaya yang berbentuk kerucut berpendar di langit sebelah barat setelah matahari tenggelam dan di sebelah timur sebelum matahari terbit.

Fenomena ini lebih mudah diamati di daerah rural karena langit yang gelap tanpa gangguan lampu penerangan. Cahaya zodiak ini sekitar 2-3 jam sebelum matahari terbit di sebelah timur. Munculnya cahaya tersebut dapat mengelabui orang karena dikira cahaya Matahari pada pagi hari ini. Seorang astronom Persia yang hidup sekitar abad ke-12 menunjukkan fenomena ini sebagai sinar fajar palsu dalam suatu puisi.

Tesis May tersebut memfokuskan pada suatu alat yang dapat merekam 250 hasil pemindaian terhadap cahaya Zodiak tersebut pada pagi dan petang hari antara 1971 dan 1972. Perekamannya menggunakan Spektrometer Fabry-Perot yang terletak di Observatorio del Teide di Izana,Tenerife, salah satu observatorium terbesar di Kepulauan Canary.

Brian May menerima gelar doktornya pada 24 Agustus 2007 dari Universitas Imperial, London. Ia juga akan ditunjuk menjadi rektor di Universitas John Moores Liverpool pada November di tahun yang sama. Dua prestasi itu menunjukkan kalau Brian May tak hanya maestro gitaris tapi juga unggul di bidang lain.


Kongres Ilmiah XVI ISFI di Jogjakarta

August 19, 2008

Sepekan yang lalu, tepatnya hari Senin-Selasa tanggal 11 dan 12 Agustus berlangsung hajatan besar ISFI di Hotel Inna Garuda Jogjakarta.

Hajatan besar tersebut berisikan kegiatan kongres ilmiah ISFI yang ke XVI, rapat anggota APTFI, dan pertemuan petinggi-petinggi SEARPHARM (Perkumpulan para Apoteker se-Asia Pasifik)

Pada acara kongres ilmiah, dipaparkan makalah-makalah hasil penelitian para Apoteker se-Indonesia. Terdapat lebih dari 200 makalah yang masuk ke meja panitia.

Pada rapat APTFI, Bapak Prof. Dr. Ibnu Ghalib Gandjar (ketua APTFI) kembali mengingatkan kepada seluruh anggota APTFI, terutama yang belum terakreditasi untuk segera melakukan akreditasi…karena bagaimana mungkin ijazah/sertifikat suatu lembaga (institusi pendidikan) dapat diterima/dihargai oleh stakeholder, kalau lembaga/institusi tersebut belum terakreditasi.

Pada hajatan tersebut juga digelar gala dinner, yang menghadirkan bintang tamu penari Didik Nini Thowok…hebat euy, ternyata para Apoteker kaya-kaya…:)