<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbuat Sepenuh Hati</title>
	<atom:link href="http://dhadhang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhadhang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Nov 2011 04:30:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dhadhang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbuat Sepenuh Hati</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dhadhang.wordpress.com/osd.xml" title="Berbuat Sepenuh Hati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dhadhang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Uji Disolusi (2)</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/08/uji-disolusi-2/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/08/uji-disolusi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 02:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[alikot]]></category>
		<category><![CDATA[media disolusi]]></category>
		<category><![CDATA[profil disolusi]]></category>
		<category><![CDATA[suhu disolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan tentang Uji Disolusi&#8230; Media Disolusi Dalam pemilihan media disolusi, dapat dipertimbangkan hal-hal berikut: - Jika kelarutan zat aktif tidak dipengaruhi pH, maka sebagai media dapat digunakan aquades - Jika kelarutan zat aktif dipengaruhi oleh pH, maka sebagai media disolusi digunakan cairan lambung atau usus buatan. Selain pertimbangan kelarutan, pemilihan cairan disolusi dapat berdasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=297&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan tentang Uji Disolusi&#8230;</p>
<p>Media Disolusi<br />
Dalam pemilihan media disolusi, dapat dipertimbangkan hal-hal berikut:<br />
- Jika kelarutan zat aktif tidak dipengaruhi pH, maka sebagai media dapat digunakan aquades<br />
- Jika kelarutan zat aktif dipengaruhi oleh pH, maka sebagai media disolusi digunakan cairan lambung atau usus buatan.<br />
Selain pertimbangan kelarutan, pemilihan cairan disolusi dapat berdasarkan pada formulasi dan stabilitas zat aktif. Jika suatu zat aktif merupakan suatu molekul netral dan kelarutannya dalam air sangat kecil sehingga penentuan kecepatan disolusi dalam air tidak ada artinya maka dapat digunakan sistem pelarut hidro-alkohol, namun alkohol dapat menyebabkan desintegrasi yang tidak realistis.</p>
<p>Volume Media Disolusi<br />
Volume media disolusi tergantung dari kelarutan zat aktif yang akan ditentukan kecepatan disolusinya. Jika kelarutan suatu zat aktif kecil dan kadarnya cukup besar dalam suatu sediaan, maka diperlukan media disolusi dalam volume yang cukup besar. Penjenuhan cairan disolusi sebaiknya dicegah, sebagai acuan dapat digunakan bahwa volume media disolusi yang digunakan dalam suatu pengujian disolusi minimal 4 kali lebih besar daripada volume media di mana zat aktif tersebut dapat larut seluruhnya.</p>
<p>Suhu<br />
Suhu dalam wadah disolusi harus dikendalikan secara seksama. Kelarutan zat aktif tergantung juga pada suhu media, karena itu variasi suhu selama pengujian harus dihindari. Wadah disolusi biasanya tercelup dalam penangas air yang dilengkapi dengan termostat. Suhu yang biasa digunakan adalah 37 derajat Celcius.</p>
<p>Lokasi Pengambilan Alikot<br />
Jika suatu sediaan tablet terdesintegrasi menjadi partikel-partikel halus dan perbedaan bobot jenis antara partikel dan media disolusi cukup kecil, maka pengambilan alikot dapat dilakukan di mana saja pada wadah disolusi. Menurut USP XXII pengambilan alikot dilakukan pada suatu titik/tempat tertentu dalam wadah disolusi yaitu pada posisi antara alat pengaduk (keranjang/dayung) dan permukaan atas media dan tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah.</p>
<p>Lama Pengujian<br />
Lama pengujian tergantung kelarutan zat aktif. Pengujian dilakukan paling sedikit sampai diperoleh T 80% atau lebih.</p>
<p>Waktu Pengambilan Sampel<br />
Waktu pengambilan alikot disesuaikan dengan monografi, biasanya dicantumkan % terdisolusi dalam waktu tertentu. Untuk mengetahui profil disolusi zat aktif maka pengambilan sampel harus dilakukan pada rentang waktu tertentu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/akademik/'>Akademik</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/alikot/'>alikot</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/media-disolusi/'>media disolusi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/profil-disolusi/'>profil disolusi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/suhu-disolusi/'>suhu disolusi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=297&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/08/uji-disolusi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uji Disolusi (1)</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/01/uji-disolusi/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/01/uji-disolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 08:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[alat uji disolusi]]></category>
		<category><![CDATA[medium disolusi]]></category>
		<category><![CDATA[uji disolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama nggak nge-up load tulisan di blog, kangen juga&#8230;hitung-hitung sambil belajar. Kali ini, belajar pendahuluan tentang Uji Disolusi&#8230;yang sekarang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam evaluasi sediaan farmasi, terutama yang terkait dengan pengujian pelepasan obat. Disolusi adalah deorganisasi struktur kristal karena pengaruh medium disolusi dan menghasilkan dispersi ionik atau molekuler. Dengan kata lain, disolusi bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=291&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama nggak nge-up load tulisan di blog, kangen juga&#8230;hitung-hitung sambil belajar. Kali ini, belajar pendahuluan tentang Uji Disolusi&#8230;yang sekarang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam evaluasi sediaan farmasi, terutama yang terkait dengan pengujian pelepasan obat.</p>
<p>Disolusi adalah deorganisasi struktur kristal karena pengaruh medium disolusi dan menghasilkan dispersi ionik atau molekuler. Dengan kata lain, disolusi bisa dianggap kebalikan dari kristalisasi.<br />
Disolusi merupakan reaksi heterogen, yang terjadi dari rangkaian peristiwa yang berbeda-beda yang secara skematis meliputi:<br />
- pertukaran partikel di permukaan solid<br />
- perubahan solid menjadi cairan<br />
- pemindahan zat terlarut ke medium disolusi.<br />
Di dalam proses disolusi terjadi langkah simultan antara: liberasi dan rediposisi molekul terlarut pada permukaan solid.</p>
<p>Terdapat beberapa macam teori disolusi, antara lain:<br />
- Teori film (Nerst, 1904)<br />
- Teori penetrasi (Surface renewal Theory)<br />
- Teori limit kecepatan solvasi (Trunner)</p>
<p>Teori film:<br />
Terdapat lapisan tipis yang mengelilingi solid dengan ketebalan tertentu (h cm). Lapisan tersebut merupakan stagnan (film yang tidak bergerak). Selanjutnya terjadi keseimbangan antara liberasi dan rediposisi molekul di permukaan solid.</p>
<p>Alat uji disolusi menurut Farmakope Indonesia edisi IV:<br />
- Alat uji disolusi tipe keranjang (basket)<br />
- Alat uji disolusi tipe dayung (paddle)</p>
<p>Alat untuk uji pelepasan obat menurut USP 29, NF 24:<br />
1. Alat uji pelepasan obat tipe keranjang (basket)<br />
2. Alat uji pelepasan obat tipe dayung (paddle)<br />
3. Alat uji pelepasan obat tipe reciprocating cylinder<br />
4. Alat uji pelepasan obat tipe flow through cell<br />
5. Alat uji pelepasan obat tipe paddle over disk<br />
6. Alat uji pelepasan obat tipe silinder<br />
7. Alat uji pelepasan obat tipe reciprocating holder</p>
<p>Medium Disolusi<br />
Medium disolusi idealnya diformulasi semirip mungkin dengan pH in vivo (cairan gastrointestinal). Misalnya, medium disolusi yang didasarkan pada 0,1 N HCl digunakan untuk menurunkan pH mendekati pH lambung, yaitu sekitar 1-3.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/akademik/'>Akademik</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/alat-uji-disolusi/'>alat uji disolusi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/medium-disolusi/'>medium disolusi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/uji-disolusi/'>uji disolusi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=291&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/12/01/uji-disolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chitosan: Salah Satu dari Sekian Ironi di Negeri Ini</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/30/chitosan-salah-satu-dari-sekian-ironi-di-negeri-ini/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/30/chitosan-salah-satu-dari-sekian-ironi-di-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 03:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[bahan baku]]></category>
		<category><![CDATA[chitosan]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[kitin]]></category>
		<category><![CDATA[negara bahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yaitu produk samping (limbah) daripengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50% dari totalberat udang. Kadar chitin dalam berat udang berkisar antara 60-70% dan bila diproses menjadi chitosanmenghasilkan rendeman 15-20%. Chitosan merupakan produk alamiah yang merupakan turunan dari polisakarida chitin. Chitosan mempunyai nama kimia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=285&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yaitu produk samping (limbah) daripengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50% dari totalberat udang. Kadar chitin dalam berat udang berkisar antara 60-70% dan bila diproses menjadi chitosanmenghasilkan rendeman 15-20%.</p>
<p>Chitosan merupakan produk alamiah yang merupakan turunan dari polisakarida chitin. Chitosan<br />
mempunyai nama kimia Poly D-glucosamine ( beta (1-4) 2-amino-2-deoxy-D-glucose), bentuk chitosan padatan<br />
amorf bewarna putih dengan struktur kristal tetap dari bentuk awal chitin murni. Chitosan mempunyai rantai yang<br />
lebih pendek daripada rantai chitin. Kelarutan chitosan dalam larutan asam dan viskositas larutannya tergantung<br />
dari derajat deasetilasi dan derajat degradasi polimer.</p>
<p>Chitosan kering tidak mempunyai titik lebur. Bila chitosan disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama<br />
pada suhu sekitar 100oF maka sifat kelarutannya dan viskositasnya akan berubah. Bila chitosan disimpan lama<br />
dalam keadaan terbuka (terjadi kontak dengan udara) maka akan terjadi dekomposisi, warnanya menjadi kekuningan<br />
dan viskositas larutan menjadi berkurang. Hal ini dapat digambarkan seperti kapas atau kertas yang tidak stabil<br />
terhadap udara, panas dan sebagainya.</p>
<p>Chitosan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang biokimia, obat-obatan atau farmakologi, pangan dan gizi,<br />
pertanian, mikrobiologi, penanganan air limbah, industri-industri kertas, tekstil membran atau film, kosmetik dan<br />
lain sebagainya.</p>
<p>Dalam cangkang udang, chitin terdapat sebagai mukopoli sakarida yang berikatan dengan garam-garam<br />
anorganik, terutama kalsium karbonat (CaCO3), protein dan lipida termasuk pigmen-pigmen. Oleh karena itu untuk<br />
memperoleh chitin dari cangkang udang melibatkan proses-proses pemisahan protein (deproteinasi) dan pemisahan<br />
mineral (demineralisasi). Sedangkan untuk mendapatkan chitosan dilanjutkan dengan proses deasetilasi.<br />
Reaksi pembentukan chitosan dari chitin merupakan reaksi hidrolisa suatu amida oleh suatu basa. Chitin<br />
bertindak sebagai amida dan NaOH sebagai basanya. Mula-mula terjadi reaksi adisi, dimana gugus OH- masuk ke<br />
dalam gugus NHCOCH3 kemudian terjadi eliminasi gugus CH3COO- sehingga dihasilkan suatu amida yaitu<br />
chitosan.﻿</p>
<p>Yang menjadi ironi adalah keberadaan chitosan di negeri ini masih sangat susah, terutama untuk keperluan industri (farmasi). Seperti kebanyakan bahan baku untuk farmasi, untuk memperoleh chitosan dengan kualitas bagus, minimal pharmaceutical grade, kita harus menelisik satu per satu suplier yang ada di Indonesia&#8230;bahkan orang lebih seneng menggunakan yang diimpor dari luar negeri.</p>
<p>Padahal Indonesia dikenal sebagai negeri bahari dengan luas lautnya jauh lebih besar daripada daratannya, konsekuensi laut yang luas adalah banyaknya produk laut yang bisa dikelola&#8230;dan diantara bagian kecil dari produk laut tersebut adalah udang dan rajungan yang merupakan komponen dasar dari chitosan.</p>
<p>Referensi: disarikan dari berbagai sumber</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/farmasi-industri/'>Farmasi Industri</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/bahan-baku/'>bahan baku</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/chitosan/'>chitosan</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/farmasi/'>farmasi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/kitin/'>kitin</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/negara-bahari/'>negara bahari</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=285&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/30/chitosan-salah-satu-dari-sekian-ironi-di-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku kedua&#8230;</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/08/buku-kedua/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/08/buku-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 16:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Obat]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[evidence based medicine]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan informasi obat]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian paripurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini merupakan kumpulan materi mata kuliah Pelayanan Informasi Obat yang diajarkan kepada mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Ketika bertemu dengan Pak Lutfi Chabib yang merupakan salah satu praktisi Pusat Informasi Obat (PIO) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, terbersit ide untuk mengkompilasikan materi untuk menjadi satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=275&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dhadhang.files.wordpress.com/2010/07/6642.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-277" title="664" src="http://dhadhang.files.wordpress.com/2010/07/6642.jpg?w=450" alt=""   /></a> Buku ini merupakan kumpulan materi mata kuliah Pelayanan Informasi Obat yang diajarkan kepada mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.</p>
<p>Ketika bertemu dengan Pak Lutfi Chabib yang merupakan salah satu praktisi Pusat Informasi Obat (PIO) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, terbersit ide untuk mengkompilasikan materi untuk menjadi satu dokumen. Maka terwujudlah dokumen buku ini.</p>
<p>Buku ini diambilkan dari beberapa pustaka yang menampilkan tentang pelayanan informasi obat yang semestinya ada di rumah sakit, di kampus-kampus farmasi, dan lain-lain tempat pelayanan kefarmasian.</p>
<p>Dengan hadirnya buku ini, diharapkan semua elemen kefarmasian (Apoteker dan mahasiswa farmasi) dapat melakukan pelayanan informasi obat dengan sumber daya yang dimilikinya. Di dalam buku ini dituntun tentang bagaimana pelayanan informasi obat dapat diberikan dengan kondisis sumber daya (fasilitas) yang terbatas.</p>
<p>Pada akhir bagian buku ditambahkan lampiran tentang pengantar <em>evidence based medicine, </em>sehingga apoteker dan mahasiswa farmasi semakin paham tentang bagaimana memberikan pelayanan kefarmasian secara paripurna.</p>
<p>Buku ini sangat jauh dari kesempurnaan, masih perlu banyak sekali perbaikan, namun demikian mudah-mudahan dengan hadirnya buku ini dapat menambah referensi tentang pentingnya pelayanan informasi obat yang merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian secara paripurna.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/informasi-obat/'>Informasi Obat</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/evidence-based-medicine/'>evidence based medicine</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pelayanan-informasi-obat/'>pelayanan informasi obat</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pelayanan-kefarmasian-paripurna/'>pelayanan kefarmasian paripurna</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=275&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/07/08/buku-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dhadhang.files.wordpress.com/2010/07/6642.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">664</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Pemutih Kulit yang Baik</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/30/memilih-pemutih-kulit-yang-baik/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/30/memilih-pemutih-kulit-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 08:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Kesehatan di Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[bahan alam]]></category>
		<category><![CDATA[hidrokuinon]]></category>
		<category><![CDATA[merkuri hidroklorida]]></category>
		<category><![CDATA[pemutih kulit]]></category>
		<category><![CDATA[skin whitening]]></category>
		<category><![CDATA[steroid topikal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tanda kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa adalah diciptakan-Nya manusia dengan keanekaragaman warna kulitnya. Yang membedakan warna kulit manusia yang satu dengan yang lain, selain faktor genetik, juga dipengaruhi faktor lain, seperti iklim dan cuaca. Kulit yang putih dan bersih menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi orang-orang yang kurang percaya diri dengan warna kulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=266&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tanda kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa adalah diciptakan-Nya manusia dengan keanekaragaman warna kulitnya. Yang membedakan warna kulit manusia yang satu dengan yang lain, selain faktor genetik, juga dipengaruhi faktor lain, seperti iklim dan cuaca.</p>
<p>Kulit yang putih dan bersih menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi orang-orang yang kurang percaya diri dengan warna kulit mereka. Orang-orang ini pun melakukan beberapa upaya untuk membuat kulitnya menjadi putih bersih dan menarik.</p>
<p>Istilah <em>skin whitening</em>, <em>skin lightening</em>, dan <em>skin bleaching</em> mencakup berbagai metode kosmetika yang digunakan sebagai usaha untuk memutihkan atau mencerahkan kulit.</p>
<p>Pencerahan atau pemutihan kulit merupakan bahasan yang kontroversial karena terkait erat dengan efek yang merusak pada kesehatan, identitas, citra diri, supremasi rasial dan mentalitas colonial (Malangu, 2004). Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa beberapa jenis produk pemutih kulit menggunakan bahan aktif (seperti merkuri klorida) yang berbahaya. Namun demikian, juga terdapat formula pemutih kulit yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya bagi kulit dan aman untuk digunakan (Allen, 2003).</p>
<p>Saat ini, produk pemutih kulit tersedia dalam bentuk krim, pil, sabun, atau <em>lotion</em>. Mekanisme pemutihan permanen biasanya oleh pemecahan melanin oleh enzim, sebagaimana kerja reduktor seperti hydroquinone.</p>
<p>Hydroquinone adalah inhibitor yang kuat terhadap produksi melanin, yang berarti mencegah kulit untuk membuat senyawa yang bertanggung jawab terhadap warna kulit (Yoshimura <em>et al</em>., 2001). Hydroquinone tidak memutihkan kulit tapi mencerahkan, dan hanya dapat mengganggu sintesis dan produksi hiperpigmentasi melanin. Hidrokuinon telah dilarang di beberapa negara (misalnya Perancis) karena kekhawatiran terhadap risiko kanker.</p>
<p>Kebanyakan krim pemutih juga mengandung suatu blok UV untuk mencegah kerusakan akibat sinar matahari pada kulit (Nakano, 2009). Perkembangan produk pemutih kulit semakin bertambah banyak seiring berkembangnya zaman.</p>
<p><strong>Bahaya produk pemutih kulit yang ditemukan di pasaran</strong></p>
<p>Krim pemutih kulit yang ditemukan di pasaran kebanyakan berisikan senyawa turunan merkuri, hidroquinon dan steroid topikal. Tabel di bawah menunjukkan beberapa efek yang merugikan akibat penggunaan produk pemutih kulit yang mengandung senyawa-senyawa tersebut.</p>
<p>Tabel 1. Efek membahayakan senyawa-senyawa pemutih kulit</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="158" valign="top">Turunan merkuri</td>
<td width="385" valign="top">Seperti   masalah neurotoksik ataksia, ucapan dan gangguan pendengaran; masalah mental   seperti mudah tersinggung, <em>fearfulness</em>,   dan depresi; masalah ginjal seperti <em>merkuri-induced   nephropathy</em>; dan immunotoksisitas</td>
</tr>
<tr>
<td width="158" valign="top">Sediaan hidrokuinon</td>
<td width="385" valign="top">Ochronosis,   sebuah perubahan warna biru-hitam yang disebabkan oleh endapan pigmen   berwarna oker. Hyperchromia, kehadiran sel   darah merah dengan peningkatan secara abnormal jumlah sel hemoglobin.   Hypochromia, suatu kandungan sel hemoglobin yang rendah secara   abnormal. Neuropathy,   penyakit sistem saraf.</td>
</tr>
<tr>
<td width="158" valign="top">Produk topical steroid</td>
<td width="385" valign="top">Kontak eksim, infeksi bakteri dan jamur, <em>Cushing&#8217;s syndrome</em>, jerawat, atrofi kulit dan   gangguan pigmentasi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tergantung pada produk-produk yang digunakan, jangka waktu, dan cara penggunaan, pemutih kulit menghasilkan beberapa efek yang berbahaya seperti yang ditunjukkan di atas. Beberapa efek ini tidak muncul dengan cepat, dan beberapa dikenal meniru pola penyakit. Telah dilaporkan bahwa sampai 69% dari mereka yang memutihkan kulit menderita setidaknya satu komplikasi (Malangu, 2004).</p>
<p><strong>Pemutih kulit yang menggunakan bahan baku dari alam</strong></p>
<p>Menyadari bahaya yang diakibatkan oleh senyawa-senyawa kimia untuk pemutih kulit sebagaimana yang tertulis dalam tabel di atas, maka sekarang juga dikembangkan produk pemutih kulit yang menggunakan bahan baku dari alam. Hipotesis yang digunakan adalah bahan alam relative memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit dibandingkan senyawa kimia sintetis. Bahan alam yang banyak digunakan sebagai pemutih kulit antara lain: buah bengkoang, jeruk nipis, madu, minyak almond, <em>oatmeal</em>, jus tomat, susu, daun mint, dan lain-lain.</p>
<p>Bahan alam-bahan alam tersebut sebagai pemutih kulit dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi. Namun demikian, penggunaan bahan alam sebagai pemutih ini masih terbatas, karena produknya yang dibuat secara fabrikasi masih sedikit sehingga kebanyakan masih digunakan secara tradisional/konvensional yang cenderung kurang praktis.</p>
<p><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p>Oleh karena itu, dalam memilih pemutih kulit yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut: peringkat konsumen, keamanan produk, kualitas bahan, reputasi perusahaan, <em>reorder rates</em>, dan pelayanan pelanggan.</p>
<p>Referensi:</p>
<p>Ntambwe, Malangu, 2004, <em><a href="http://www.scienceinafrica.co.za/2004/march/skinlightening.htm">Why is skin lightening practiced?</a>,</em> Science in Africa magazine, National School of Public Health at the <a title="Medical University of South Africa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_University_of_South_Africa">Medical University of South Africa</a>.</p>
<p>Counter, S. Allen, 2003, <em><a href="http://www.boston.com/news/globe/health_science/articles/2003/12/16/whitening_skin_can_be_deadly/">Whitening skin can be deadly</a></em>, <a title="Boston Globe" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Boston_Globe">Boston Globe</a>, 16 Dec 2003.</p>
<p>Glenn, Evelyn Nakano, 2009, <em>Shades of Difference: Why Skin Color Matters</em>. Stanford University Press., pp. 177–188.</p>
<p>Yoshimura K., Tsukamoto K., Okazaki M., Virador V.M., Lei T.-C., Suzuki Y., Uchida G., Kitano Y., Harii K., 2001, Effects of all-trans retinoic acid on melanogenesis in pigmented skin equivalents and monolayer culture of melanocytes, <em>Journal of Dermatological Science</em>, Volume 27, Supplement 1, August, pp. 68-75(8).</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/kabar-kesehatan-di-sekitar-kita/'>Kabar Kesehatan di Sekitar Kita</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/bahan-alam/'>bahan alam</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/hidrokuinon/'>hidrokuinon</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/merkuri-hidroklorida/'>merkuri hidroklorida</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pemutih-kulit/'>pemutih kulit</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/skin-whitening/'>skin whitening</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/steroid-topikal/'>steroid topikal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=266&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/30/memilih-pemutih-kulit-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Pengembangan Formulasi Obat untuk Pediatrik Per Oral yang Enak dan Nyaman (1)</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/16/tantangan-pengembangan-formulasi-obat-untuk-pediatrik-per-oral-yang-enak-dan-nyaman-1/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/16/tantangan-pengembangan-formulasi-obat-untuk-pediatrik-per-oral-yang-enak-dan-nyaman-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 02:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Studi Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[eksipien]]></category>
		<category><![CDATA[formulasi]]></category>
		<category><![CDATA[obat pediatrik]]></category>
		<category><![CDATA[palatable]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian oral]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan produk]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sediaan likuid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan obat-obatan pediatrik sangat menantang. Ini diakui oleh European Paedriatic Formulation Initiative (EuPFI), sebuah kelompok yang terdiri dari para ahli formulasi pediatrik yang terutama dari industri, akademisi, dan farmasi klinik. EuPFI didirikan pada 2007 dengan tujuan meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu formulasi pediatrik. Area fokus terkini dari kelompok ini termasuk eksipien, pengujian rasa, perangkat penghantaran untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=261&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengembangan obat-obatan pediatrik sangat menantang. Ini diakui oleh European Paedriatic Formulation Initiative (EuPFI), sebuah kelompok yang terdiri dari para ahli formulasi pediatrik yang terutama dari industri, akademisi, dan farmasi klinik. EuPFI didirikan pada 2007 dengan tujuan meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu formulasi pediatrik. Area fokus terkini dari kelompok ini termasuk eksipien, pengujian rasa, perangkat penghantaran untuk pemberian obat-obatan, dan penyiapan sediaan.</p>
<p>Skema pengembangan menggambarkan perbedaan antara proses pengembangan obat untuk dewasa dan anak-anak. Sejak Regulasi Pediatrik yang baru mulai berlaku dalam Uni Eropa pada Januari 2007 (EMEA, 2006), Paedriatic Investigation Plan (PIP) mensyaratkan bahwa strategi produk obat pediatrik membutuhkan persetujuan  Komite Pediatrik EMEA pada awal tahap pengembangan (selambat-lambatnya diselesaikan relevan dengan studi farmakokinetik manusia pada dewasa). Pada tahap awal pengembangan ini, hanya sedikit data yang mungkin tersedia sebagai panduan pengembangan formulasi pediatrik. Data rasa biasanya tidak akan tersedia pada waktu mendaftarkan ke PIP, dan dosis pediatrik final mungkin belum ditetapkan sampai berikutnya dalam program pengembangan. Oleh karena itu, beberapa informasi tentang pilihan sediaan pediatrik, yang pemilihannya akan dipengaruhi oleh potensi penutupan rasa dan palatibilitas (enak dan nyaman) mungkin dibatasi dalam PIP.</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/dadhang/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/dadhang/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /></p>
<p><strong>Tantangan yang terkait dengan obat dan pengembangan formulasi<br />
</strong></p>
<p>Selama awal pengembangan obat baru yang ditujukan untuk pemberian rute oral, perhatian utama adalah pada kesesuaian sifat campuran untuk sediaan orang dewasa, dengan tujuan pengembangan formulasi tablet atau kapsul. Meskipun sediaan solid diterima secara luas oleh anak-anak yang lebih tua (<em>older children</em>) dan remaja, anak-anak yang lebih muda (<em>younger children</em>) dan perawat mereka cenderung lebih suka formulasi likuid (CHMP, EMEA, 2006).</p>
<p>Rasa obat tidak diperhatikan ketika mulai menemukan senyawabaru untuk pengembangan. Alasannya adalah:</p>
<ul>
<li>Kriteria seleksi yang paling relevan adalah keamanan, tolerabilitas, dan efikasi senyawa yang didasarkan pada pengujian nonklinik, stabilitas dan kristalinitas</li>
<li>Sediaan orang dewasa rasanya bisa dengan mudah ditutupi menggunakan enkapsulasi atau teknik penyalutan selaput (<em>film coating</em>), jika diperlukan.</li>
<li>Teknik untuk penapisan awal rasa senyawa dengan data toksisitas yang terbatas kurang kuat dan kurang handal (<em>reliable</em>). Diperlukan beberapa teknik yang efisien dan pembiayaan yang efektif dalam rangka untuk memungkinkan penilaian terhadap jumlah senyawa yang relatif banyak dan formulasi pada tahap pengembangan di mana tingkat erosi sangat tinggi.</li>
<li>Pemahaman terkini tentang hubungan struktur-rasa suatu molekul aktif secara farmasetika terbatas</li>
</ul>
<p>Namun demikian, banyak obat yang sangat pahit, dan sebagai akibat dari uraian di atas, rasa yang kemudian sering ditemukan menjadi tidak enak selama pengembangan sediaan pediatrik. Teknik prediksi rasa secara in vitro dan in vivo seperti teknologi lidah elektronik dan model hewan menunjukkan beberapa awalan yang menjanjikan dan optimalisasi teknik-teknik ini harus terus didorong. Menilai  sifat rasa obat pada tahap awal bisa  memfasilitasi aktivitas pengembangan produk obat selanjutnya.</p>
<p>Selain itu, karakteristik kelarutan molekul mungkin tidak ideal untuk sediaan likuid yang lebih dipilih oleh anak-anak yang muda (<em>young children</em>). Senyawa dengan kelarutan tinggi sulit ditutupi rasanya dalam sediaan likuid, karena senyawa seperti ini tidak bisa diformulasi dengan mudah menjadi suspensi. Bahkan  suspensi senyawa dengan kelarutan buruk dapat menunjukkan  karakteristik palatabilitas yang buruk jika jumlah obat yang terlarut kecil melebihi ambang rasa manusia, atau jika rasa di mulut dikompromikan oleh zat obat yang disuspensikan.</p>
<p>Referensi: Anne Cram, Jörg Breitkreutz, Sabine Desset-Brèthes, Tony Nunn, Catherine Tuleu, 2009, <em>Challenges of Developing Palatable Oral Paediatric Formulations, </em>International Journal of Pharmaceutics 365, 1-3.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/studi-jurnal/'>Studi Jurnal</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/eksipien/'>eksipien</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/formulasi/'>formulasi</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/obat-pediatrik/'>obat pediatrik</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/palatable/'>palatable</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pemberian-oral/'>pemberian oral</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pengembangan-produk/'>pengembangan produk</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/penutupan-rasa/'>penutupan rasa</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/sediaan-likuid/'>Sediaan likuid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=261&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/06/16/tantangan-pengembangan-formulasi-obat-untuk-pediatrik-per-oral-yang-enak-dan-nyaman-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dengan Obat Tradisional Bernomer Registrasi Fiktif</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/25/hati-hati-dengan-obat-tradisional-bernomer-registrasi-fiktif/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/25/hati-hati-dengan-obat-tradisional-bernomer-registrasi-fiktif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 06:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obat Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan POM]]></category>
		<category><![CDATA[momer registrasi fiktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Trend gerakan ke alam (back to nature) hampir memasuki seluruh aspek kehidupan. Tidak ketinggalan dengan dunia obat-obatan. Memasuki abad milenium pengobatan menggunakan bahan baku dari alam semakin banyak digunakan. Bahkan sekarang industri-industri farmasi besar Indonesia juga sudah memproduksi beberapa obat-obatan yang berbasis herbal (bahan alam). Ketika saya membuka web site Badan POM, ternyata banyak sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=257&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend gerakan ke alam (<em>back to nature</em>) hampir memasuki seluruh aspek kehidupan. Tidak ketinggalan dengan dunia obat-obatan. Memasuki abad milenium pengobatan menggunakan bahan baku dari alam semakin banyak digunakan. Bahkan sekarang industri-industri farmasi besar Indonesia juga sudah memproduksi beberapa obat-obatan yang berbasis herbal (bahan alam).</p>
<p>Ketika saya membuka <em>web site</em> Badan POM, ternyata banyak sekali produk berkategorikan Obat Tradisional yang sudah beredar di pasar Indonesia, yang mencakup Obat Tradisional lokal (produksi industri dalam negeri) dan Obat Tradisional impor (produksi industri luar negeri). Pabrikannya pun cukup beragam, mulai dari industri yang benar-benar sudah menerapkan cGMP (<em>current Good Manufacturing Practice</em>) sampai dengan industri kecil obat tradisional yang CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)-nya asal-asalan.</p>
<p>Namun demikian, di balik banyaknya obat tradisional yang beredar tersebut, ternyata banyak juga dijumpai obat tradisional fiktif. Disebut obat tradisional fiktif karena dalam kemasannya tertulis obat tradisional, tetapi nomer registrasinya fiktif. Nomer registrasi fiktif ini dapat berarti:</p>
<ul>
<li>Pabrikan obat tradisional menulis asal nomer registrasi, tanpa melalui registrasi resmi kepada Badan POM</li>
<li>Obat tradisional sempat diregistrasikan ke Badan POM, tetapi pasca launching terjadi penyalahgunaan. Misal diregistrasikan sebagi obat luar, tapi digunakan sebagai tetes mata. Sehingga dalam <em>web site</em> Badan POM juga tercantum daftar produk dengan nomer registrasi yang dibatalkan.</li>
</ul>
<p>Masyarakat harus hati-hati terhadap hal ini, karena menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Karena bisa jadi obat tradisional yang sedang digunakan sekarang memiliki efek yang manjur, tetapi ternyata di kemudian hari menyebabkan efek negatif yang jauh lebih besar dan berbahaya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi hal ini, masyarakat dapat mengkonsultasikan keberadaan obat tradisional dengan nomer registrasi yang meragukan kepada Apoteker. Karena hal-hal yang mengurusi kebertanggungjawaban obat tradisional, mulai dari produksi sampai penggunaan di masayarakat adalah profesi Apoteker ini.</p>
<p>Untuk para Apoteker, tidak perlu panik ketika ada konsumen yang datang kepada Anda menanyakan tentang kebenaran nomer registrasi suatu obat tradisional. Alhamdulillah, Badan POM dengan <em>web site</em>-nya sekarang bisa dibilang cukup memfasilitasi untuk mengetahui kebenaran nomer registrasi suatu obat tradisional.</p>
<p>Untuk pengusaha obat tradisional, mari kita pikirkan juga nasib orang lain (baca: keselamatan dan kesehatan pengguna obat tradisional). Jangan hanya memikirkan diri sendiri dengan hanya mencari untung keduniaan semata.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/obat-tradisional/'>Obat Tradisional</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/badan-pom/'>Badan POM</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/momer-registrasi-fiktif/'>momer registrasi fiktif</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/obat-tradisional/'>Obat Tradisional</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=257&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/25/hati-hati-dengan-obat-tradisional-bernomer-registrasi-fiktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Apoteker di Apotek (1)</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/04/kisah-apoteker-di-apotek-1/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/04/kisah-apoteker-di-apotek-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 00:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apotek]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, setiap akhir pekan mendapat giliran menjaga dan melayani konsumen di apotek. Pekerjaan yang menjadi ajang indikator sejauh mana profesi Apoteker dikenal dan dihargai di masyarakat. Hampir selalu didapati cerita-cerita riil yang tidak dapat ditemukan di dunia teori/perkuliahan. Akhir pekan kemarin terdapat seorang bapak datang ke apotek mau beli asam mefenamat, dengan mantapnya saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=253&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, setiap akhir pekan mendapat giliran menjaga dan melayani konsumen di apotek. Pekerjaan yang menjadi ajang indikator sejauh mana profesi Apoteker dikenal dan dihargai di masyarakat. Hampir selalu didapati cerita-cerita riil yang tidak dapat ditemukan di dunia teori/perkuliahan.</p>
<p>Akhir pekan kemarin terdapat seorang bapak datang ke apotek mau beli asam mefenamat, dengan mantapnya saya ambilkan asam mefenamat yang ada di etalase (stok yang ada produksi I**of*r*a). Ketika saya sodorkan asam mefenamat tersebut, si Bapak langsung bertanya&#8230;biasanya bukan yang ini, tapi yang bentuknya kayak kapsul (si Bapak menjelaskan salah satu produk asam mefenamat yang mengarah pada produksi B**no*a**a)&#8230;</p>
<p>Terjadilah dialog&#8230;setelah dijelaskan bahwa yang berbeda hanya pabrik pembuatnya, tapi isi dan nama obatnya sama, si Bapak bertanya lagi, apakah ini asam mefenamat yang digunakan untuk mengobati sakit persendian? Saya mencoba menjelaskan bahwa indikasi utama asam mefenamat adalah antiperadangan, untuk mengilangkan rasa sakit, dan rasa ngilu. Eh si Bapak masih ngotot bertanya apakah asam mefenamat ini yang bisa digunakan untuk mengobati sakit sendi&#8230;saya jawab bisa Pak, tapi sebenarnya untuk sakit sendi ada obat lain yang lebih tepat&#8230;dan si Bapak pun memutuskan untuk pergi dari apotek tanpa membeli asam mefenamat yang saya sodorkan.</p>
<p>Cerita Bapak (calon pembeli) dengan asam mefenamat ini mengingatkan saya terhadap pernyataan salah satu dosen saya, seorang Prof. Dr lulusan Prancis yang mengatakan bahwa orang Indonesia tergolong &#8220;sakti-sakti&#8221;&#8230;karena menderita sakit tertentu diobati dengan obat yang kurang tepat indikasi, eh hasilnya tetap sembuh sehingga terjadi justifikasi-justifikasi yang kurang tepat dalam hal penggunaan obat.</p>
<p>Namun demikian, terlepas &#8220;sakti-saktinya&#8221; orang Indonesia, salah satu point besar yang patut menjadi perhatian dunia kesehatan kita adalah tentang edukasi penggunaan obat&#8230;dalam hal ini dituntut kontribusi dan peranan Apoteker yang maksimal. Kontribusi dan peran apoteker ini dapat dimulai dengan kehadiran apoteker yang intensif di apotek sehingga paradigma apoteker hanya numpang nama di apotek dapat tereliminasi&#8230;sehingga pelayanan apotek dapat &#8220;terstandarisasi&#8221; dengan pelayanan langsung oleh apoteker.</p>
<p>Menurut hasil benchmarking pendidikan farmasi di UK, di bidang farmasi masyarakat, apoteker bertanggung jawab pada penyediaan/pemenuhan resep obat, memberi penyuluhan kepada pasien dan memberi tanggapan terhadap gejala-gejala penyakit mereka, peningkatan kesehatan, dan pemeriksaan obat. Mereka memberikan pelayanan kefarmasian pada pemukiman dan rumah-rumah perawatan/jompo, dan mereka terlibat dalam upaya mengurangi bahaya penyalahgunaan obat dengan cara berpartisipasi dalam program pertukaran jarum dan pengawasan penggunaan obat. Pemakaian sistem komputer dalam peracikan menjamin agar interaksi obat, overdosis dan ketidaksesuaian dapat segera dideteksi sehingga memberi waktu lebih banyak bagi apoteker untuk memberi arahan kepada pasien serta petugas pelayanan kesehatan. Banyak apoteker yang langsung terlibatdalam memastikan supaya pasien memperolah resep yang paling tepat, dan supaya pasien termotivasi serta mengetahui cara menggunakan obat.</p>
<p>Referensi:<br />
Anonim, Pharmacy Benchmarking, http://aptfi.or.id</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/serba-serbi-apoteker/'>Serba-serbi Apoteker</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/apotek/'>apotek</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/apoteker/'>apoteker</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/farmasi-masyarakat/'>farmasi masyarakat</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/penggunaan-obat/'>penggunaan obat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=253&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/05/04/kisah-apoteker-di-apotek-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit tentang Thiomer: Generasi Baru Polimer Mukoadhesif</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/26/sedikit-tentang-thiomer-generasi-baru-polimer-mukoadhesif/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/26/sedikit-tentang-thiomer-generasi-baru-polimer-mukoadhesif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 22:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Studi Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[cross-linking]]></category>
		<category><![CDATA[gelling-in situ]]></category>
		<category><![CDATA[lapisan mukus]]></category>
		<category><![CDATA[polimer mukoadhesif]]></category>
		<category><![CDATA[thiomer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Konsep mukoadhesi mulai dikenal pada tahun 1980-an, sejumlah percobaan dilakukan untuk meningkatkan sifat adhesif suatu polimer. Percobaan-percobaan ini antara lain dengan menggunakan poli (etilen glikol) yang linier sebagai promotor adhesi untuk hidrogel, netralisasi polimer ionik, mukoadhesi dengan proses hidrasi yang disesuaikan, dan pengembangan konjugat polimer-adhesin yang membuat suatu ikatan spesifik terhadap epithel. Bagaimanapun, semua sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=249&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep mukoadhesi mulai dikenal pada tahun 1980-an, sejumlah percobaan dilakukan untuk meningkatkan sifat adhesif suatu polimer. Percobaan-percobaan ini antara lain dengan menggunakan poli (etilen glikol) yang linier sebagai<br />
promotor adhesi untuk hidrogel, netralisasi polimer ionik, mukoadhesi dengan proses hidrasi yang disesuaikan, dan pengembangan konjugat polimer-adhesin yang membuat suatu ikatan spesifik terhadap epithel. Bagaimanapun, semua sistem ini didasarkan pada bentuk ikatan nonkovalen seperti ikatan hidrogen, gaya Van der Waal&#8217;s, dan interaksi ionik. Berdasarkan ikatan ini, mereka hanya menyediakan mukoadhesi yang relatif lemah, dalam beberapa kasus tidak mencukupi untuk menjamin lokalisasi sistem penghantaran obat pada tempat target yang diberikan. Oleh karena itu, polimer mukoadhesif dalam beberapa kasus tidak efektif sebagai lem farmasetik. Sebuah anggapan generasi baru polimer mukoadhesif adalah polimer ter-thio-lasi atau thiomer yang ditandai. Kontras dengan polimer mukoadhesif yang sudah mapan, polimer-polimer baru ini mampu membentuk ikatan kovalen.</p>
<p>Struktur jembatan yang umumnya banyak dihadapi dalam sistem biologi-ikatan disulfida telah ditemukan sebagai adhesi kovalen polimer terhadap lapisan gel mukosa.</p>
<p>Thiomer adalah basis polimer mukoadhesif, yang menunjukkan hubungan rantai samping thiol. Berdasarkan reaksi pertukaran thiol/disulfida dan/atau proses oksidasi sederhana, ikatan disulfida terbentuk antara beberapa polimer dan subdomain kaya-cistein dari mukus glikoprotein. Oleh karena itu, thiomer menyerupai mekanisme alami pelepasan mukus glikoprotein, yang juga terikat secara kovalen dalam lapisan mukus dengan pembentukan ikatan disulfida.</p>
<p>Bentuk sediaan berdasarkan thiomer:</p>
<ol>
<li>Mikropartikel dan nanopartikel. Mikropartikel dan nanopartikel memiliki ukuran partikel yang kecil, mereka menunjukkan waktu tinggal di gastrointestinal lebih lama meskipun tanpa beberapa sifat mukoadhesif dengan berdifusi ke dalam lapisan gel mukus.</li>
<li>Tablet Matrix. Tablet matrix mukoadhesif berguna untuk intraoral, peroral, okular, dan vaginal-penghantaran lokal atau sistemik. Terkait dengan sifat <em>cross-linking </em>in situ thiomer, sifat kohesif dan juga stabilitas matrix pembawa yang mengembang dapat dijamin.</li>
<li>Gel. Gel mukoadhesif berguna dalam kasus intraoral, vaginal, nasal, dan penghantaran okular. Lebih jauh, bagaimanapun, formulasi gel mukoadhesif tidak dapat tercapai maksimal, karena sifat adhesif sebagai sistem penghantaran yang sering tidak terpenuhi. Kentungan besar menggunakan thiomer dalam formulasi gel terlihat tidak hanya dalam mukoadhesif mereka tetapi juga dalam sifat gelling-in situ mereka.</li>
<li>Formulasi Likuid. Thiomer menunjukkan stabil ketika disimpan dalam bentuk kering. Dalam larutan berair; bagaimanapun, mereka menunjukkan membentuk ikatan disulfida dalam suatu penanda tergantung-pH. Karena instabilitas dalam larutan berair, thiomer belum banyak digunakan dalam formulasi likuid.</li>
</ol>
<p>Modifikasi kimia polimer mukoadhesif yang sudah mapan melalui derivatisasi dengan beberapa reagen yang berhubungan dengan fungsi sulfhydryl menyebabkan perbaikan yang dramatis dalam sifat polimer. Sifat mukoadhesif dan sifat kohesif menjadi lebih kuat. Lebih jauh, polimer ter-thio-lasi menunjukkan sifat <em>gelling-in situ. </em>Ke depan, efikasi generasi baru polimer mukoadhesif ini dapat didemonstrasikan dengan beberapa studi in vivo dalam spesies yang berbeda dalam mukosa gastrointestinal, nasal, dan okular.</p>
<p>Referensi:</p>
<p>MP Wagh, OU Joshi, JS Patel, and VR Jain, 2009, Thiomers: A New Generation of Mucoadhesive Polymers, <em>Research J. Pharm. and Tech.</em>2 (2): April-June.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/studi-jurnal/'>Studi Jurnal</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/cross-linking/'>cross-linking</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/gelling-in-situ/'>gelling-in situ</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/lapisan-mukus/'>lapisan mukus</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/polimer-mukoadhesif/'>polimer mukoadhesif</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/thiomer/'>thiomer</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=249&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/26/sedikit-tentang-thiomer-generasi-baru-polimer-mukoadhesif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit Sharing tentang Etika Bisnis Islam (2)</title>
		<link>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/21/sedikit-sharing-tentang-etika-bisnis-islam-2/</link>
		<comments>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/21/sedikit-sharing-tentang-etika-bisnis-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 23:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhadhang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[etika Islam]]></category>
		<category><![CDATA[etika pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhadhang.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari tulisan sebelumnya, berikut adalah penggalan tulisan Etika Bisnis Islam (yang disarikan dari beberapa tulisan di internet)&#8230;subhanalloh, ternyata yang namanya pemasaran juga ada etikanya dalam Islam. Etika Pemasaran Dalam konteks etika pemasaran yang bernuansa Islami, dapat dicari pertimbangan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an memberikan dua persyaratan dalam proses bisnis yakni persyaratan horizontal (kemanusiaan) dan persyaratan vertikal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=244&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutan dari tulisan sebelumnya, berikut adalah penggalan tulisan Etika Bisnis Islam (yang disarikan dari beberapa tulisan di internet)&#8230;subhanalloh, ternyata yang namanya pemasaran juga ada etikanya dalam Islam.</p>
<p><strong>Etika Pemasaran</strong></p>
<p>Dalam konteks etika pemasaran yang bernuansa Islami, dapat dicari pertimbangan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an memberikan dua persyaratan dalam proses bisnis yakni persyaratan horizontal (kemanusiaan) dan persyaratan vertikal (spritual). Surat Al-Baqarah menyebutkan ”Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada yang diragukan didalamnya. Menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. Ayat ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam etika marketing:</p>
<blockquote><p>a)  Allah memberi jaminan terhadap kebenaran Al-Qur’an, sebagai reability product guarantee.</p>
<p>b)  Allah menjelaskan manfaat Al-Qur’an sebagai produk karyaNya, yakni menjadi hudan (petunjuk).</p>
<p>c)  Allah menjelaskan objek, sasaran, customer, sekaligus target penggunaan kitab suci tersebut, yakni orang-orang yang bertakwa.</p></blockquote>
<p>Isyarat diatas sangat relevan dipedomani dalam melakukan proses marketing, sebab marketing merupakan bagian yang sangat penting dan menjadi mesin suatu perusahaan.</p>
<p>Mengambil petunjuk dari kalimat ”jaminan” yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an, maka dalam rangka penjualan itupun kita harus dapat memberikan jaminan bagi produk yang kita miliki. Jaminan tersebut mencakup dua aspek:</p>
<ul>
<li>Aspek material, yakni mutu bahan, mutu pengobatan, dan mutu      penyajian.</li>
<li>Aspek non material, mencakup; ke-Halalan, ke-Thaharahan (Higienis),      dan ke-Islaman dalam penyajian.</li>
</ul>
<p>Bahwa jaminan terhadap kebaikan makanan itu baru sebagian dari jaminan yang perlu diberikan, disamping ke-Islaman sebagai proses pengolahan dan penyajian, serta ke-Halalan, ke-Thaharahan. Jadi totalitas dari keseluruhan pekerjaan dan semua bidang kerja yang ditangani di dalam dan di luar perusahaan merupakan integritas dari ”jaminan”.</p>
<p>Urutan kedua yang dijelaskan Allah adalah manfaat dari apa yang dipasarkan. Jika ini dijadikan dasar dalam upaya marketing, maka yang perlu dilakukan adalah memberikan penjelasan mengenai manfaat produk (ingridients) atau manfaat proses produksi dijalankan. Adapun metode yang dapat digunakan petunjuk Allah: ”Beritahukanlah kepadaku (berdasarkan pengetahuan) jika kamu memang orang-orang yang benar”(QS:Al-An’am;143). Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa untuk meyakinkan seseorang terhadap kebaikan yang kita jelaskan haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan, data dan fakta. Jadi dalam menjelaskan manfaat produk, nampaknya peranan data dan fakta sangat penting, bahkan seringkali data dan fakta jauh lebih berpengaruh dibanding penjelasan. Sebagaimana orang yang sedang dalam program diet sering kali memperhatikan komposisi informasi gizi yang terkandung dalam kemasan makanan yang akan dibelinya.</p>
<p>Ketiga adalah penjelasan mengenai sasaran atau customer dari produk yang kita miliki. Dalam hal ini kita dapat menjelaskan bahwa makanan yang halal dan baik (halalan thoyyiban), yang akan menjadi darah dan daging manusia, akan membuat kita menjadi taat kepada Allah, sebab konsumsi yang dapat mengantarkan manusia kepada ketakwaan harus memenuhi tiga unsur :</p>
<ul>
<li>Materi yang halal</li>
<li>Proses pengolahan yang bersih (Higienis)</li>
<li>Penyajian yang Islami</li>
</ul>
<p>Dalam proses pemasaran promosi merupakan bagian penting, promosi adalah upaya menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli. Bagaimana seseorang sebaiknya mempromosikan barang dagangannya? Selain sebagai Nabi Rasulullah memberikan teknik sales promotion yang jitu kepada seorang pedagang. Dalam suatu kesempatan beliau mendapati seseorang sedang menawarkan barang dagangannya. Dilihatnya ada yang janggal pada diri orang tersebut. Beliau kemudian memberikan advis kepadanya: ”Rasulullah lewat di depan sesorang yang sedang menawarkan baju dagangannya. Orang tersebut jangkung sedang baju yang ditawarkan pendek. Kemudian Rasululllah berkata: ”Duduklah! Sesungguhnya kamu menawarkan dengan duduk itu lebih mudah mendatangkan rezeki.” (Hadits).</p>
<p>Dengan demikian promosi harus dilakukan dengan cara yang tepat, sehingga menarik minat calon pembeli. Faktor tempat dan cara penyajian serta teknik untuk menawarkan produk dilakukan dengan cara yang menarik. Faktor tempat meliputi desain interior yang serasi yang serasi, letak barang yang mudah dilihat, teratur, rapi dan sebagainya.</p>
<p>Memperhatikan hadits Rasulullah diatas sikap seorang penjual juga merupakan faktor yang harus diperhatikan bagi keberhasilan penjualan. Selain faktor tempat, desain interior, letak barang dan lain-lain.</p>
<p>Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam Islam posisi pebisnis pada dasarnya adalah profesi yang terpuji dan mendapat posisi yang tinggi sepanjang ia mengikuti koridor syari’ah. Muamalah dalam bentuk apapun diperbolehkan sepanjang ia tidak melanggar dalil syar’i. Islam melarang seorang Muslim melakukan hal yang merugikan dan mengakibatkan kerusakan bagi orang lain sebagaimana disebutkan dalam haditsnya. Rasululllah bersabda: ”La dlaraara wala dliraara” (HR. Ibnu Abbas).</p>
<br />Filed under: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/category/keislaman/'>Keislaman</a> Tagged: <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/etika-islam/'>etika Islam</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/etika-pemasaran/'>etika pemasaran</a>, <a href='http://dhadhang.wordpress.com/tag/pebisnis-muslim/'>pebisnis muslim</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhadhang.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhadhang.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhadhang.wordpress.com&amp;blog=2621400&amp;post=244&amp;subd=dhadhang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhadhang.wordpress.com/2010/04/21/sedikit-sharing-tentang-etika-bisnis-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5110f7779b8982316a0df4c09d0ec4fd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhadhang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
