Konsultasi Obat Apotek SAMARA

Apotek SAMARA juga melayani konsultasi obat yang diasuh oleh Dhadhang Wahyu Kurniawan dan Yudyawati selaku pemilik dan pengelola apotek.

30 Responses to Konsultasi Obat Apotek SAMARA

  1. kholis says:

    Pak Dhadhang yang terhormat,saya tinggal di jepara,jateng.saya berminat menjalani usaha apotik,mohon saran-sarannya.barapa modal yang harus saya siapkan,persiapan-persiapan awal yang harus saya ketahui.kendala-kendala yang harus saya hadapi dalam menggeluti dunia bisnis ini.terima kasih atas bantuanya.

    Pak Kholis, sebelumnya saya minta maaf karena terlambat membalas…
    Udah sampe mana pendirian apoteknya? Untuk bikin apotek, dana terbesar adalah untuk alokasi gedung/bangunan, apalagi kalo lokasinya sangat strategis.
    Di luar gedung/bangunan, insya Allah 100 juta udah cukup.
    Btw, Bapak seorang Apoteker juga?
    Salam

  2. Nofa says:

    Salam kenal,

    Numpang mampir yach..

    Mudah-mudahan yang Anda lakukan merupakan salah satu upaya profesi yang memang saatnya dilakukan oleh para apoteker dengan cara langsung ‘berhadapan’ dengan para konsumen kesehatan alias pasien.
    Bravo !
    Keep sharing and blogging…

    Nofa

    Amin Mas…
    Mas Nofa kerja di Kalbe? Kalo ada info-info baru dari Kalbe dikabari ya…(produk baru, manajemen baru, dll-nya)
    Di Kalbe bagian apa Mas?
    Arfken dan Anggiat masih di Kalbe? Punya no kontaknya?
    Btw, blog saya udah di-link-in ke blog Mas Nofa belum?

    Makasih,
    Dhadhang (FA ITB 97)
    http://apoteker-online.blogspot.com

  3. fahri says:

    sy bingung mau ngomong apa, tapi yg pasti sy selalu mendukung segala bentuk pkembangan n kemajuan dunia perapotekan di Indonesia.
    maju terus teman teman apoteker, jangan sampai lupa peran pharmaceutical care kita dalam melayani pasien

  4. cutemouse says:

    mlm pa’, , ,

    ni rofi (O1A_89)

    ru buka blog bapa’ lg, ,
    terakhir buka waktu itu cuma ru ada artikel “Konsultasi Obat Apotek SAMARA”
    wktu dpt info pgumuman nile KWU, baru dibuka lagi dch, , ,

    bapa’ dah buka blog saya belum pa?(buka ya, ,hehe, , ^^v)

    waduh pa’, saya ru inget ada utang kasih info tentang Pharmaceutical care di artikel Konseling Farmasi di blog saya, ,

    mohon bantuannya pa’, ,
    mau dijawab, lha wong yg tanya jebulè malah apoteker, , alih2 malah salah informasi kan ga bagus, ,(apa dijawab aj ya, ,)
    awalnya iseng pa’, eh ada yg nanggapi juga, ,
    sekarang bingung ndiri, hehe, , ,

    maturnuwun. . .

  5. cutemouse says:

    oiya, ,
    alamat blog bpk boleh saya link ke blog saya nda’?

  6. dhadhang says:

    Boleh aja…silakan… Btw, alamat blog Rofi apa?

  7. nungq says:

    ass….
    pak, boleh nanya2 kan?
    gini loh pak, ada beberapa kasus yang pengen saya tanyakan; kemarin ada seorang laki-laki berusia 22 tahun nanya ma nungki katanya dia korengan…(kaya semacam penyakit kulit ya pak?) Q liat emang kakinya tuh kaya jamuran terus dia tuh dah 3 tahun tapi ga sembuh2. trus dia pake obat pasaran, dimana kalo sesudah dia pake sih katanya sembuh tapi sekalinya ga pake malah menjadi-jadi…akhirnya karena dia takut ketagihan, dia menghentikan pengobatan….menurut bapak nungQ mesti kasih dia pengarahan apa?Q sih bilangnya periksakan dulu ke dokter…takutnya dah infeksi….karena kalo perlu kan bisa dikasih antibiotik…
    Q mikirnya gitu, soalnya Q ga terlaru tau tentang penyakit kulit…menurut bapak gimana?
    oh…ya…pas Q jaga di counter, Q di tanya ama orang…tentang bronkhitis..betul ga bronkhitis penderitanya orang yang pernah atau kecanduan roko? Q sih bilangnya salah satu penyebab bronkhitis adalah adanya alergen contohnya rokok sehingga kemungkinan besar orang yang merokok dapat terjangkit penyakit tersebut..betul ga?
    oh…ya pak…satu lagi nich pak…
    kalo orang migran, pertolongan pertamanya apa? soalnya kalo di suruh tidur tambah pusing, minum obat ga da apotek bahkan warung yang jualan obat pun ga da….
    pertanyaan-pertanyaan tersebut pernah ditanyain ma Q n terkadang Q ragu dengan jawaban Q….so Q minta dievaluasi jawaban-jawabanQ supaya dikemudian hari A g mengulangi kesalahan yang sama….
    terima kasih
    wassalam

  8. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Nungki maaf baru njawab, Sabtu lalu pas mau njawab mendadak jaringannya terputus. Senin-Selasa kemarin ada di Jogja, nggak sempat buka internet.
    Untuk laki-laki yang sering mengalami keluhan gatal-gatal sebaiknya emang diperiksakan ke dokter dulu…supaya diagnosisnya dengan terapinya tepat. Hal ini karena penyakit gatal tidak sama obatnya, sesuai dengan tulisan istri saya di blog ini beberapa waktu lalu. Tapi kalo ke dokter merasa kemahalan, mungkin bisa dibawa ke apotek saya…beberapa pasien yang sering mengalami gatal-gatal cukup terbantu oleh istri saya.
    Penyakit bronkhitis dapat diderita oleh siapa saja, tidak hanya para perokok saja…tetapi para perokok emang berisiko tinggi terhadap penyakit-penyakit yang sering terjadi pada saluran pernafasan.
    Sekarang udah banyak obat migrain dijual di apotek kok…Nungki atau temannya bisa datang ke apotek terdekat untuk menanyakan obat migrain ini.
    Kalo migrainnya bandel banget, bisa dicoba terapi hijamah (bekam)…alhamdulillah beberapa orang yang mengalami migrain bahkan vertigo, ketika dibekam orang tersebut merasakan efek terapinya.

    Wallahu a’lam,
    Salam

  9. Martha says:

    Pak Dhadhang yg baik, saya mau tanya alamat website2 penyedia jurnal2 ilmiah kefarmasian yg FREE alias gratis. Indonesia dan Inggris ya pak. Mohon balasannya karena saya membutuhkan referensi untuk penyusunan skripsi. Terima kasih, Pak Dhadhang.

  10. dhadhang says:

    Banyak Mbak, tapi saya lupa satu per satunya…mbak Martha bisa search di google web site-nya Pak Subagyo, Apoteker juga yang sangat intens menggeluti dunia maya…di web site itu beliau juga menyajikan web site-web site yang menyediakan jurnal ilmiah kefarmasian secara gratis.

    Salam,

  11. Mili says:

    Ass K’Dadang,
    Ini mili (FA ITB 99), saya tertarik juga soal apotek jaringan, soalnya cita-citanya sih pengen punya apotek sendiri he3
    Pertanyaannya sama sih kaya pertanyaan Pak Kholis, masih berkaitan sama modal awal, proses perizinan, dan apa kelebihannya kalo ikut apotek jaringan.
    Terus kalo mau ikut apotek jaringan, ada syaratnya ga kang ?

    Oiya, salam juga ya buat t’iyut.. udah lama bgt ga ketemu🙂

    makasih
    – mili –

  12. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Iya Mili, seenak-enaknya kerja sama orang, masih lebih tenang ketika kita kerja punya sendiri.
    Mili mau bikin apotek dimana? Karena setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda…dan ini berpengaruh terhadap modal awal kita…
    Untuk pendirian apotek, modal terbanyak adalah lokasi (+bangunan)…ketika kita udah punya lokasi (+bangunan), insya Allah dengan uang tidak lebih dari 100 juta apotek bisa berdiri.
    Apotek jaringan ini manfaatnya banyak banget…dan konsepnya banyak juga. Kalo teman-teman di Bandung bikin Farmakita, kalo kami di Banyumas belum punya nama, kerja samanya masih dalam hal pengadaan.
    Dengan pengadaan secara kolektif kita akan dapat harga beli yang lebih murah, sehingga margin keuntungan kita agak lebar…dibandingkan ketika kita ngorder barang sendirian.
    Kalo di Banyumas, manajemen setiap apotek terserah ownernya sendiri…kebetulan yang masuk dalam ‘rencana’ apotek jaringan kita nanti adalah para apoteker yang juga PSA.
    Jadi untuk masuk apotek jaringan tidak memerlukan syarat tertentu…yang penting orang tersebut tidak punya masalah/cacat dan direkomendasikan oleh para member apotek jaringan.
    Salam balik dari Umminya Fatih,

    Salam,

  13. Mili says:

    Betul bgt kang, soalnya kalo punya apotek sendiri kan bisa kerja di rumah he3
    Lumayan juga yah modalnya, pengennya sih cita-citanya punya apotek di daerah Tanjungsari atau di Kab. Bandung, yang apoteknya masih jarang, harga tanah & bangunannya pun masih relatif murah. Kalo di kedua daerah itu apa K’Dadang punya info soal kebijakannya. Terus kalo di 2 daerah itu apa bisa ikut jaringan farmakita ?

    ooh.. jadi keuntungannya lebih ke pengadaan secara kolektif ya, kalo dari segi pemodalan ga ada ya ?

  14. Mega says:

    Pak Dhadhang, mohon “wangsit” dan petunjuknya ttg skripsi farmasi qta dong… Yg mudah (alat2nya ada di unsoed),analisisnya ga bikin mumet, dan ga ribet.

    Bingung banget, Pak.

    Saya punya konsep ttg identifikasi zat berbaya atau zat perwarna dlm makanan. Tp ttg apa ya Pak?
    Kalo formalin kayaknya udah umum bgt.
    Sedangkan ttg pewarna Rhodamin B dan Metil Red udah diambil sama teman.
    Adakah hal lain yg blm banyak dikaji oleh bnyk mahasiswa?

    Sekali lagi, mohon petunjuk dan bimbingan dari Bapak.

    Terima kasih.

  15. dhadhang says:

    Buat Mili…
    Supaya lebih tahu tentang kondisi, peluang, dan kebijakan di daerah yang Mili maksud, lebih baik Mili kontak & nanya-nanya dengan teman-teman yang kini aktif di ISFI Jabar dan Farmakita.
    Setahu saya di sekitar Bandung dan sekitarnya untuk perizinan apotek agak ribet…maksud saya, apotek masih dianggap sebagai perizinan perdagangan karena dalam syarat-syaratnya diperlukan SIUPP, TDP, dan sejenisnya. Padahal kalo kita lihat dari aspek kesehatan, apotek tidak jauh beda dengan praktek dokter…nah di sini ISFI berperan…sejauh mana ISFI bisa melobi ke Dinkes sehingga perizinan apotek tidak perlu hal-hal yang harus berurusan dengan Disperindag…karena biasanya biayanya mahal.
    Kayaknya kalo masih di sekitar Bandung bisa tuh ikutan Farmakita…
    Itu keuntungan sederhana/awalan dari model apotek jaringan…sebenarnya segi pemodalan juga bisa dijadikan kesepakatan bersama dalam kelompok apotek jaringan…asal semua member apotek jaringan tersebut komitmen untuk saling membantu dan bekerja sama….dan itu harus bisa dibangun dan dikembangkan oleh para Apoteker yang sekaligus juga PSA.

    Salam,

  16. dhadhang says:

    Buat Mega…
    Sebenarnya masih banyak kok tema skripsi yang bisa diambil…tapi lebih baik ini didiskusikan secara langsung di kampus…supaya lebih jelas…OK?

    Salam,

  17. Mega says:

    Ahh…jawaban bapak sungguh kurang memuaskan.
    Saya kecewa terhadap bapak.

  18. dhadhang says:

    Mega, dalam penentuan tema skripsi perlu dipertimbangkan beberapa aspek…tidak hanya faktor mudah/sederhananya…nah ini perlu didiskusikan…jangan sampai salah langkah…ntar nyesal lho…:)

  19. nungq says:

    ASS….
    BAPAK,,pa kabar? duh dah lama ga ngobrol-ngobrol lagi ma bapak, habis nungki liat bapaknya sibuk banget…ga enak nungki ganggunya…
    gini loh pak, nungki tuh pengen konsultasi ma bapak tentang SKRIPSI, q bingung pak mesti milih yang mana..
    Q takut apa yang Q pilih terlaru sederhana..
    ada pilihan mengenai validitas Na-benzoat pada tablet multivitamin, ada juga pikiran mau tentang evaluasi sediaan tablet antibiotik generik dan tablet antibiotik paten, ada juga pikiran tentang evaluasi sediaan salep minyak yang mengandung vitamin C.trus pa lagi ya? oh ya yang tomat sebagai nutrisera, duh pak Q bingung….
    menurut bapak dari sekian judul yang Q punya ada yang bapak usulin ga? atau Q harus cari lagi?

    mohon bantuannya ya pak….
    wassalam

  20. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.

    Nungki, ide-ide untuk skripsinya bagus-bagus banget…
    Ga usah kuatir tentang apakah skripsinya ntar terlalu sederhana atau tidak…toh yang ngejalanin kan Nungki sendiri.

    Sekarang Nungki bulatkan tekad dan niat dulu…sebenarnya apa yang diharapkan ketika membuat skripsi.
    Skripsi tidak selalu berkaitan dengan calon pekerjaan kita nanti. Hampir lebih dari 90% para farmasis/sarjana farmasi bekerja tidak sesuai dengan skripsinya…
    Ada beberapa latar belakang mahasiswa dalam mengambil suatu judul skripsi:
    1. Faktor biaya
    2. Faktor kerumitan masalah
    3. Faktor tantangan
    4. Faktor keinginan/obsesi
    5. Faktor pendalaman ilmu
    6. dan lain-lain
    Dan yang perlu diingat, tujuan adanya tugas skripsi adalah supaya mahasiswa mampu berpikir metodologis, sistematis, logis, analisis, dan sintesis…yang direalisasikan dalam bentuk karya tulis ilmiah…sehingga kampus-kampus tertentu menamakannya ada yang berbeda, ada yang pakai istilah skripsi, tugas akhir, dan karya tulis ilmiah.

    Mungkin segitu dulu, semoga bisa membantu…

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  21. o1a005032 says:

    ass, pak, ni pandu, masih belum yakin nih buat skripsinya, soalnya ngersa belum siap banget. tapi dah ada kemauan si, gimana ya?
    pak, penginnya si tentang klinis di rumahsakit gitu, tentang pola pengobatan gi, tapi denger-denger kalo datnya dari medical report masih sulit di sini, gimana ya?
    kalo bidang kimia, ngerasa ga mampu, kalo farmasetika gambarannya bagaimana pak?
    makasih.

  22. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.

    Pandu, bagaimanapun dan apapun tahapan skripsi harus dilalui…dalam rangka untuk merengkuh titel tukang sarjana…:)

    Dan tahapan skripsi inilah yang akan membuktikan diri kita…karena perjuangan menempuh skripsi = perjuangan menata dan mengelola diri sendiri.

    Sebenarnya bisa kok ngambil data dari medical record, asal Pandu mendapatkan pembimbing skripsi yang dihormati dan disegani di RS…disegani secara keilmuan dan kepribadian.

    Cakupan Farmasetika cukup banyak, mengingat di Farmasi Unsoed pembagian lab-nya masih dalam 4 kelompok besar…yaitu Kimia, Biologi, Farmasetika, dan Farmakologi.
    Yang termasuk cakupan Farmasetika a.l: Formulasi sediaan farmasi, penemuan/modifikasi eksipien farmasi, formulasi kosmetika, pola peresepan di apotek, perilaku konsumen di apotek, pelayanan kefarmasian di apotek, dll…banyak kan?
    Apalagi sekarang Farmasi Unsoed juga sudah mempunyai mesin cetak tablet…

    So, ‘The show must go on’…
    Salam,

  23. mega67 says:

    bapak,ni mega angkatan 2005
    pa,yg kmrn2 kirim comment ke bapak yg nanyain soal skripsi itu bkn sy,blog yg dipakenya jg bkn blog sy,sy br buka blog bapak skrg,beneran pa sy ga bohong,,
    mudah2n bapak percaya sm sy,tp sy jd ngrasa ga enak sm bapak,,sy mst gmn pa??
    makasih.

  24. dhadhang says:

    O ya ga apa-apa…tenang aja, ini konsekuensi dunia tanpa batas…:D
    Nyantai aja ya Mega…keep fight!!!

    Nuhun,

  25. sumantri says:

    kami dari situs iklan baris gratis http://www.iklanjaya.com mau menawarkan kepada anda banner online yang harganya murah cukup dengan 150 maka banner anda akan tampil 2bl/ di http://www.iklan.jaya.com dan 1 bln di http://www.web-iklan.com hayoo tunggu apa lagi pasang sekarang karena hanya bulan sekarang yang ada banussnya bulan depan dah ga ada

  26. dhadhang says:

    Boleh aja Pak…

  27. yati yuningsih says:

    asslm.
    pak, sebelumnya terimakasih banyak kalo bapak mau menanggapi pertanyaan saya. gini pak, saya punya cita-cita pengen mendirikan apotek di daerah banyumas, tepatnya di daerah tambak. menurut bapak, peluang pendirian apotek di sana gimanay pak ya??kalo bapak tau, mohon dibagi informasinya y pak…sekali lagi terimakasih buanyak.o y, saat ini saya masih kuliah apoteker di UMS.

  28. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Setau saya di daerah Tambak masih sedikit (belum ada) apotek. Dicoba aja Mbak. Ntar kalo udah lulus segera aja gabung dengan ISFI Banyumas…insya Allah ntar dibantu.

  29. fitriyah says:

    assaIamuaIaikum….
    saIam kenaI pak,sy aIumni Unair,sdh bkrja sbg APA tp sy pingin pyn apotek sendiri…cuma mo mIangkah takut setiap bInnya apa sy bisa menutupi biaya operasionaI . ModaI sy ngak besar,tp steIah baca artikeI bpk sy jd bersemangat pingin buka sendiri.Sy berada di sidoarjo kec sukodononya pak..jauh dr kota yg ramai. Tp disekitarnya banyak perumahan. Minta saran dan motivasinya dong pak….

    • dhadhang says:

      Wa’alaikum salam wr. wb.
      Salam kenal juga, alumni Unair angkatan berapa?
      Yap, untuk buka apotek yang tidak kalah pentingnya adalah faktor lokasi. Kalo sampeyan udah merasa yakin dengan lokasi inceran sampeyan ya segera difollow up saja.
      Sampeyan juga bisa memanfaatkan teman-teman Apoteker/ISFI setempat untuk membantu proses pembukaan apotek sampeyan…minimal buat ‘nempil’ obat, karena sering kali permintaan obat dari konsumen macam-macam.
      Waktu awal-awal buka, stok obat di apotek kami sangat minim banget…bahkan waktu itu sekitar 1-2 bulan pertama pascalaunching selain berprofesi sebagai staf pengajar di Farmasi Unsoed, saya juga menjadi ‘drug hunter’ demi kepuasan konsumen apotek kami.
      Untuk biaya operasional pakai filosofi “bola salju” aja…mulai dari sedikit terus membesar…dan di awal-awal buka sampeyan (bersama team) harus siap-siap rekoso dulu…butuh energi yang lumayan ekstra…tapi insya Allah ketika kita menikmatinya akan mendapatkan kepuasan juga…sangat puas, meskipun secara finansial masih belum bisa dirasakan.
      So, di awal-awal buka sampeyan harus siap menjadi bos, apoteker komunitas, pegawai, dan sebagainya secara mandiri.
      Yang penting yakin…apalagi sampeyan salah satu lulusan Unair, harus yakin…insya Allah kok dengan keberanian, keyakinan, dan keilmuan yang kita miliki akan sanggup menjadikan apotek sebagai tempat aktualisasi profesi dan operasional hidup kita sehari-sehari…tentunya juga dengan izin & pertolongan Allah.
      Segitu ajah dulu ya…kalo ada yang pengen ditanyakan lagi saya persilakan…kita share supaya Apoteker mampu mandiri dan eksis di masyarakat sebagai salah satu profesi yang dipandang.

      Yang terakhir, selamat berjuang…semoga sukses!!!
      Wassalamu’alaikum wr. wb.
      DWK
      –Bonek Lamongan yang sekarang di Purwokerto–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: