Apoteker Melayani Swamedikasi, Upaya Menuju Dikenal Masyarakat

Istilah swamedikasi akhir-akhir ini sering terdengar di kalangan masyarakat. Swamedikasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri. Swamedikasi atau pengobatan sendiri bisa dilakukan untuk menangani penyakit-penyakit ringan, misalnya sakit kepala, demam, sakit gigi, diare, dengan menggunakan obat-obat yang di rumah atau membeli langsung ke toko obat atau ke apotek. Jadi, kalau merasa pusing atau demam, anda bisa langsung minum parasetamol yang ada di kotak obat anda, tentunya setelah mengetahui aturan pakainya. Atau, untuk lebih amannya, anda bisa datang atau telefon ke apotek untuk menanyakan lebih jelas.

Apoteker sendiri telah diberi kewenangan untuk melakukan swamedikasi kepada orang yang datang ke apotek. Pasien menyampaikan keluhan dan gejala yang dirasakan, kemudian Apoteker menginterpretasikan penyakitnya kemudian memilihkan obat atau merujuk ke pelayanan kesehatan lain (rumah sakit, laboratorium, dokter spesialis, dll). Obat yang diberikan Apoteker meliputi obat wajib apotek (OWA, dengan ketentuan dan batasan yang tercantum dalam daftar OWA 1 dan OWA 2), obat bebas terbatas, dan obat bebas. Apoteker hendaknya membuat catatan pasien serta obat yang diserahkan, serta memberikan informasi penting tentang dosis, cara pakai, kontraindikasi, dan efek samping yang perlu diperhatikan oleh pasien.

Maka tidak aneh lagi kalau ada yang datang ke apotek SAMARA kemudian bilang, “Bu dokter ada??”, padahal di apotek SAMARA tidak ada praktek dokternya, hanya ada Apoteker yang stand-by.

13 Responses to Apoteker Melayani Swamedikasi, Upaya Menuju Dikenal Masyarakat

  1. aMy says:

    pak dhadhang..sy amy dr farmasi unsoed 2005.

    sy sdg mncari artkl ttg swamedikasi,,
    n insya alah artikel bp ini bs membantu saya..

    terima kasih..
    ^_^

  2. dhadhang says:

    Wah…kalo gitu tulisan ini ntar masuknya pustaka keberapa ya?:)

  3. yesi says:

    Assalamu ‘alaikum
    Terimakasih pada Allah sy bisa menemukan blog pak dhadang, sebelumnya salam kenal dari saya sesama profesi. tulisan bapak sangat menginspirasi untuk semakin memajukan profesi kita. saya banyak belajar dari cara pandang bapak dari tulisan2 blog ini. mklum ne masih belajar juga bikin tulisan, dan semakin smangat nulis gara2 baca blog nya pak dhadhang. mklum secara profesi sy blm terjun secara maksimal ke apotek. secara sy lulusan 2008 kmrn dan selama ini baru pengalaman kerja di asuransi kesehatan, dan penginnya bikin apotek yaa yg kyak pak dhadhang sekeluarga kelola. mohon doa restu yaaa… tetap semangat memajukan profesi farmasi dengan sebaik2baiknya pelayanan kita terhadap masyarakat.
    oke semoga sukses dengan apoteknya

    wasalamu ‘alaikum

    • dhadhang says:

      Wa’alaikum salam wr. wb.
      Wah Mbak Yesi bisa aja…yap, tetap semangat…insya Allah kita bisa diakui di masyarakat kok…dengan keberanian, kepercayaan diri kita, kepercayaan diri kita, dan integritas kita.

      Salam,
      DWK

  4. nisa apt says:

    pak dhadhang yg baik.. Sy lulusn apt baru dan sdh berkerja di klinik kesehatan sbg apoteker penanggung jwb. Semua berjalan dgn baik. Tp yg jd permasalahan kurangnya pengetahian sy tentang swamedikasi. Dlm hal penentuan obat sy ckup mampu tp soal obat2 branded yg sy kurang hapal. Apotek yg sy pegang skr punya masalah yi byknya obat2 yg di order dan mendekati ED. Sy bingung gmana solusi. Mhon saran dr pak dhadhang. Terima kasih.

    • dhadhang says:

      untuk melakukan swamedikasi memang perlu jam terbang yang cukup, semakin sering melakukan akan semakin terampil. Yang penting kita sudah pegang standard pengobatan umum… Di standard pengobatan, obat yang disebutkan adalah obat dengan nama generiknya, untuk merk dagangnya bisa dilihat di ISO atau MIMS. Tidak perlu menghafal secara khusus, kalau tiap hari dilatih akan hafal sendiri…
      Untuk obat di apotek, order sebisa mungkin disesuaikan dengan kebutuhan rata-rata klinik, jadi obat tidak menumpuk lama. Untuk item obat, misal, lebih baik menyediakan 10 item obat dengan jumlah tiap item 20buah daripada 30 item obat dengan jumlah per item masing-masing hanya 5buah. Sedangkan obat yang mendekati ED, untuk beberapa PBF menerima retur…
      btw, kliniknya dimana Mbak?

  5. hana says:

    ass pak…saya baru saja bergabung disini…
    saya mahasiswi farmasi UMM,berkenankah bapak memberitahu ttg website yang berisi artikel ttg swamedikasi untuk melengkapi proposal saya?
    karena saya kesulitan sekali…

    trima kasih atas bantuan dana perhatiannya..

    wss

  6. kedai obat says:

    salam kenal mas.. saya link kan tentang swamedikasi dgn tulisan saya..

    trims,

    kedaiobat

  7. HISFARMA says:

    askum, semoga semua itu bisa menjadi amal ibadah kita.

  8. wahyu putra says:

    asalamualaikum,.. pak,bs bantu saya questioner apa saja yg diajukan ke pelanggan apotek mengenai swamedikasi,

  9. thya handayani P. says:

    Saya mau cari buku ttg swamedikasi? Apa aj ya judul buku mengenai swamedikasi?? Minta tolong ya?
    Sepertinya tertarik saya membaca ttg swamedikasi,,:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: