Jogja International Hospital

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 12 Agustus 2008 saya berkesempatan jalan-jalan mengunjungi Jogja International Hospital.

Kebetulan sekali, saya kenal dengan salah satu Apotekernya sehingga saya dapat mengunjungi dengan puas dan juga dapat bertanya jawab tentang rumah sakit internasional ini.

Rumah sakit ini ternyata kepunyaan UII (Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta. Ini yang membuat saya kagum, rumah sakit-rumah sakit di Indonesia yang berlabel internasional biasanya yang punya adalah orang-orang warga keturunan dan/atau nonmuslim.

Jogja International Hospital (JIH) ini sangat lengkap, bahkan fasilitasnya sangat canggih…dan plus-nya, JIH juga dapat digunakan sebagai praktek kerja profesi, salah satunya profesi Apoteker. Yang menarik, para calon Apoteker yang akan kerja praktek di JIH harus melewati tahapan seleksi yang diadakan oleh pihak JIH…jadi yang boleh kerja praktek di sana adalah calon-calon Apoteker yang lulus seleksi.

Dan lebih menarik lagi, misalkan yang kerja praktek di JIH memiliki kualitas bagus, besar kemungkinan dapat masuk daftar calon Apoteker yang akan bekerja di sana…ini merupakan salah satu cara rekruitmen JIH untuk memperoleh staf yang berkualitas.

2 Responses to Jogja International Hospital

  1. Fit to work menentukan kelaikan untuk bekerja, Jakarta, 25-26 Nov 2008

    Pemeriksaan Kesehatan Tahunan yang biasa dilakukan sejak lama tidak mempunyai arah yang jelas. Akibatnya parameter pemeriksaan yang dipilih juga membabi-buta. Arahnya ditujukan untuk menemukan beberapa penyakit yang tidak terkait dengan pekerjaan langsung. Walhasil harganya jadi sangat mahal dan kesimpulannya jauh terkait dengan produktivitas yang diharapkan banyak Direktur Perusahaan.

    Kini Pemeriksaan Kesehatan dikaitkan dengan bahaya/risiko lingkungan kerja. Tujuannya agar supaya pekerja dengan situasi tertentu (buta warna, cacat fisik dll) bisa diketahui kelayakannya untuk bekerja. Tujuan lainnya ialah jika pekerja terkena dampak lingkungan kerja (asthma, nyeri pinggang dll) segera diketahui dan berbagai upaya penyesuaian pekerjaan bisa dilakukan. Namanya diganti dengan Laik untuk Bekerja (Fit to work).

    Pemeriksaan Fit to work akan lebih efisien, karena selain pemeriksaan dipilih sesuai dengan bahaya/risiko, parameternya juga dipilih yang tajam (sensitif, spesifik). Pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan 4 fungsi tubuh manusia agar bisa bekerja. Vegetatif artinya tidak mengidap penyakit yang menimbulkan kematian mendadak. Lokomotif pekerja bisa bergerak. Perseptif, pekerja bisa mengindera secara baik agar bisa berkomunikasi. Integratif, agar terjadi sinkronisasi beberapa fungsi itu.

    Yayasan Sudjoko Kuswadji akan menyelenggarakan pelatihan Fit to work, di Jakarta, pada tanggal 25-26 Nov 2008. Jika anda berminat untuk memperoleh brosur dan informasi lainnya silakan menghubungi Atik Dwi Suharti di HP 081310520490, Telp 021 7343651, Fax: 021 7358966 atau email: yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com.

    Pelatihan ini cocok untuk Dokter Perusahaan, Paramedik Perusahaan, Klinik Pemeriksa Kesehatan, Rumah Sakit yang melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja dll.

    Salam,
    Dr Sudjoko Kuswadji MSc(OM) PKK SpOk
    ======================================

  2. kapan ada di kota kita ya pak? rumah sakit dengan fasilitas canggih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: