Siaran “Klinik Keluarga” di RRI Purwokerto

Meskipun ini bukan siaran pertama yang saya lakukan tapi cukup membuat deg-deg-an, karena saya siaran terakhir pada tahun 2001. Alhamdulillah materi sudah siap, tinggal menyampaikan saja. Di RRI saya bertemu dengan Bu Ketut sebagai moderator.

Saya on air tepat jam 10.10. tema yang saya sampaikan adalah “Dasar Penggunaan Obat secara Mandiri (Swamedikasi)”. Bu Ketut bisa menjadi moderator yang menyenangkan, jadi siaran “Klinik Keluarga” ini bisa mengalir. Saya hanya sekilas menjelaskan tentang swamedikasi, apa maksudnya, dan kapan kita bisa melakukan swamedikasi. Berikutnya telefon masuk, terus, sampai ada 4 penanya.

Ada beberapa pertanyaan yang akan saya ulas di sini. Yang pertama, “Boleh kita beli obat langsung ke apotek? Nggak ke dokter dulu?” Dari pertanyaan ini dapat diketahui bahwa masih banyak (atau hampir semua?) yang belum mengetahui tentang swamedikasi. Mungkin ada juga yang kuatir, jadi ketika sakit yang dilakukan adalah langsung pergi ke dokter atau puskesmas atau bahkan lebih memilih pergi ke bidan. Tidak masalah sebenarnya, hanya masyarakat belum tahu bahwa mereka bisa pergi ke apotek atau memakai obat yang ada di rumah untuk menangani penyakit-penyakit ringan, seperti pusing, batuk ringan. Belum banyak yang tahu kalau apotek (yang ada apotekernya) merupakan tempat pelayanan kesehatan juga. Jadi kesimpulannya, Apoteker belum dikenal masyarakat!

Yang kedua, pertanyaan yang banyak diajukan adalah penanganan penyakit gatal. Ada yang dermatitis kontak, ada juga yang infeksi. Lebih banyak karena alergi dan rata-rata mereka bosan dengan penyakit ini. Makan udang alergi, diobati sembuh, tapi berikutnya makan udang kok gatal lagi ya..? itulah alergi, yang paling efektif untuk alergi adalah menghindari allergen (penyebab alergi). Obat sifatnya untuk menghilangkan efek dari alergi.

Yang ketiga, pertanyaan tentang obat alternative untuk penyakit-penyakit ringan, seperti maag, sakit mata, dan gatal. Istilah “back to nature” sepertinya sangat menarik buat masyarakat, karena dengan menggunakan obat herbal efek samping bisa diminimalkan. (ini mungkin yang menarik perhatian salah satu pendengar, setelah on air selesai ada yang telefon untuk menawarkan sebuah produk MLM, tapi off the record aja.. J). Tentang obat herbal kita juga harus menguasai.

Menurut Bu Ketut, on air kali ini paling banyak penanya-nya.

Nah, ternyata masyarakat itu membutuhkan kita –Apoteker- , tinggal kita, berani action atau tidak? Kalau tidak ya nama kita semakin tidak dikenal masyarakat… Dokter dan Apoteker yang dipelajari hampir sama, beda di action-nya.Dokter memang dididik untuk berani ambil keputusan dalam hal penanganan pasien, sedangkan kita? Mungkin lebih memilih untuk berada dibelakang meja tanpa harus berhadapan langsung dengan pasien. Jadi, mari kita tunjukkan kemampuan kita, tunjukkan bahwa kita sejajar dengan profesi kesehatan yang lain…

posted by: Yudyawati, Apt (Owmner Apotek SAMARA)

13 Responses to Siaran “Klinik Keluarga” di RRI Purwokerto

  1. sherli says:

    asw..pak…ya saya setuju…krn kita memang merupakan tenaga medis yang sejajar dengan profesi kesehatan lainnya…

    jadi tolong doakan anak2 ismafarsi yang masih belajar dan berproses ini ya pak..

    setidaknya kami juga ingin profesi kita diketahui oleh masyarakat..
    amin…
    kalo saya konsultasi lagi…mohon bimbingannya ya pak..

    hehhe
    terimakasih..

  2. dhadhang says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Emang Sherli mau konsultasi apa? Silakan aja, kita saling berbagi menuju Farmasi, khususnya Farmasi Unsoed yang lebih baik…

    Salam,

  3. dino says:

    nah yang siaran ini siapa, suami, istri atau jangan2 fatih he..he..oke bos ntar link aku pasang di blogku

  4. dhadhang says:

    Yoyok, nang posting-ane kan wis tertulis Yudyawati, Apt…dadi sing siaran yo bojoku…:)
    Btw lagi, piye carane ben blog-ku iki iso menghasilkan duit yo? Denger-denger kalo blogspot bisa.

  5. Menarik juga, bagaimana caranya (ceritanya) bisa sampai siaran di radio?

  6. dhadhang says:

    Waktu itu istri ditawarin temannya yang pengurus salah satu ormas. Ormas tersebut –PERSAUDARAAN MUSLIMAH– sudah punya jadwal rutin siaran di RRI.
    Kebetulan waktu itu temanya tentang “Kesehatan Keluarga” sehingga di-iya-kan aja oleh istri.
    Ternyata siaran di RRI tersebut lumayan lho efeknya…ada beberapa konsumen/pasien datang ke apotek & nanyain “Kamis kemaren siaran di RRI ya Bu?” dan efek yang lain adalah insya Allah istri sebagai Apoteker semakin dikenal luas di Banyumas/Purwokerto dan apotek kami juga semakin dikenal oleh masyarakat.

  7. dino says:

    mas..kok sepi postingane, mendingan ngerjakno PR, PR e ada di blog ku

  8. dhadhang says:

    PR opo Yok? Blog-mu yang mana?

  9. kelmi says:

    buat dadang..

    Aku menemukan sisimu yang lain usai baca blog mu. Maklum, kita belum pernah bersua usai lulus SMA. Meski begitu, aku yakin sekali, kau tetap dan makin pandai, karena begitulah kau kukenal. Lagi pula, tak banyak anak Indonesia yang mampu kuliah di ITB bukan?

    Sisi lain yang membuat ku cukup kaget, kau kini jadi pejuang – aku enggan menyebutnya pengusaha, karena kesannya terlalu orientasi laba, dan ku yakin, kau bukan orang yang begitu – dan tangguh, kupikir.

    Alasan mengapa aku menyebutmu pejuang, karena kau mengambil tanggung jawab untuk membangun komunitasmu, memperkenalkan profesimu, menyejahterakan lingkunganmu. bukan untuk dirimu sendiri. Kalau yang begitu, aku sih menyebutnya “tukang car selamat”

    Tangguh, karena kau tidak hanya makin matang dan bijaksana sebagai pribadi, tetapi juga makin cermat dalam melihat situasi dan menentukan strategi. Kau benar-benar telah berubah jadi kupu-kupu yang indah, kawan. Berharap bisa segera bersua

    Kelmi, teman lama mu.

    Ps: Tulisanmu juga keren. Tertata, runtut, rapi, seperti semuanya telah dirancang sedemikian rupa. Khas sekali dengan dirimu. Apalagi dengan balutan jas. atau mengaku

  10. dhadhang says:

    Wah Kelmi…

    Aku merinding baca comment-mu, sangat puitis dan penuh makna. Sampeyan sangat layak untuk menjadi wartawan salah satu koran nasional…aku juga bangga dengan sampeyan…aku bangga pernah menjadi teman SMA-mu…aku juga bangga bahwa ternyata arek Lamongan banyak yang cukup menorehkan kesuksesan.

    Kelmi, hidup harus dinamis…dan harus berproses…dan tentu kita harus selalu mencoba untuk lebih baik dari hari ke hari…sebagaimana yang sudah dicontohkan suri tauladan kita, Muhammad SAW.

    Tapi, insya Allah aku masih seperti yang dulu dalam banyak hal…masih seneng sepak bola, masih seneng ngobrol dengan teman-teman…dan aku masih pengen terus punya teman yang banyak…

    Kelmi, aku juga masih belajar…pengennya bisa menjadi seorang pengusaha, peneliti, dan penulis sekaligus, karena menurut pendapat beberapa orang tiga profesi itulah yang akan mampu melakukan perubahan…dan mampu menggerakkan suatu negara, suatu komunitas, dan suatu budaya…

    Kelmi, kutunggu comments-mu dan ide-idemu yang selalu brilian semenjak aku mengenal dirimu…

    Salam,

  11. nice artikel…
    thanks ya atas infonya….
    sangat bermanfaat…

  12. I don’t know why I can’t open the rss to my reader. I can open it with my browser though.

  13. Simply wish to say your article is as surprising. The clearness in your post is simply great and i could assume you’re an expert on this subject. Well with your permission let me to grab your RSS feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the gratifying work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: