Kewirausahaan Digalakkan di PTN-PTS

Sebagai Solusi Banyaknya Lulusan PT yang Menganggur

Selasa, 11 November 2008 | 00:51 WIB

Jakarta, Kompas – Pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship akan
semakin digalakkan di perguruan tinggi negeri atau PTN dan perguruan
tinggi swasta
agar lulusan perguruan tinggi mampu mandiri. Pada tahun
2009, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 37 miliar untuk
menjalankan pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa.

Hendarman, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (10/11), menjelaskan, pendidikan
kewirausahaan di perguruan tinggi ini diharapkan bisa menyiapkan
mahasiswa untuk berani mandiri, tidak lagi terfokus menjadi pencari kerja.

“Apalagi data pengangguran terdidik di Indonesia menunjukkan, semakin
tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan semangat
kewirausahaannya, ” kata Hendarman.

Data dari Badan Pusat Statistik soal jumlah penganggur menurut jenjang
pendidikan tinggi selama kurun 2004-2007 menunjukkan, pengangguran
sarjana mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan
pengangguran lulusan diploma I/II dan akademi/diploma III. Lebih dari
80 persen sarjana memilih bekerja sebagai buruh atau karyawan, dan
hanya sekitar 6 persen yang bekerja sendiri.

Menurut Hendarman, sekitar 1.500 dosen dari PTN dan PTS akan menjalani
pendidikan kewirausahaan tahun depan. “Para dosen ini perlu diperkaya
wawasan dan pengalamannya dalam bidang kewirausahaan karena mereka
akan menjadi fasilitator mahasiswa dalam menjalankan pendidikan
kewirausahaan di kampus,” ujanya.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk pendidikan
kewirausahaan masing-masing Rp 1 miliar untuk 12 kopertis dan
masing-masing Rp 500 juta untuk 26 politeknik negeri. Adapun enam
universitas yang masuk worldclass university, seperti Universitas
Gadjah Mada
, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia,
Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas
Diponegoro
, mendapat anggaran masing-masing Rp 2 miliar.

Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center,
mengatakan, pendidikan kewirausahaan untuk mahasiswa harus sampai pada
tahap mereka mengalami sendiri. Oleh karena itu, pendidikan
kewirausahaan ini perlu didampingi dengan orang-orang yang
berpengalaman sebagai wirausaha.

“Pendidikan kewirausahaan di kampus ini tidak lagi berhenti pada
teori-teori, tetapi harus tahu bagaimana cara menjalankan
kewirausahaan, dan mengalami sendiri menjadi wirausahawan, ” kata Antonius.

Hendri Utama, alumnus Fakultas Hukum UGM, mengatakan bahwa pendidikan
kewirausahaan yang diikutinya di kampus setahun lalu memicu keberanian
untuk memulai usaha. Kini usahanya di bidang sportainment dan makanan
berkembang pesat. (ELN)

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: