Polemik Puyer: Maju Terus RCTI

February 24, 2009

Beberapa waktu lalu ketika RCTI awal-awal menanyangkan liputan khususnya yang bertajuk POLEMIK PUYER, saya agak sedikit geregetan…karena dalam beberapa kali wawancara dengan nara sumber, belum sekalipun ditampilkan sosok apoteker sebagai salah satu profesi kesehatan yang katanya paling tahu tentang obat.
Tetapi, beberapa hari ini hati saya berubah menjadi simpatik dan malah sekarang punya harapan baru terhadap RCTI. Ya, beberapa hari ini POLEMIK PUYER mengarah kepada posisi dan peran Apoteker di apotek…saya mendukung sekali langkah RCTI ini.
Selama ini ISFI sebagai satu-satunya organisasi profesi apoteker di Indonesia sudah menyuarakan dan meng-harus-kan anggotanya (apoteker) untuk melakukan pelayanan kefarmasian yang tiada apoteker tiada pelayanan (TATAP)…tapi pelaksanaannya????:)
Semoga dengan tayangan RCTI beberapa hari ini dan ke depan dapat menggugah hati para rekan sejawat apoteker dan juga pengambil kebiijakan terkait masalah pelayanan apoteker di apotek.
Semoga dengan tayangan RCTI ini juga dapat meluruskan duduk masalah pelayanan kesehatan di Indonesia yang terurai bagai benang kusut, yang ruwet dan sulit diluruskan…semua profesi kesehatan punya alibi pembenaran praktek profesinya, padahal UU sudah dibuat sedemikian rupa.
Mudah-mudahan dengan tayangan RCTI ini, segenap profsesi kesehatan menjadi terbuka dan berbenah diri…terutama hubungan dokter dan apoteker…sehingga dokter dan apoteker dapat benar-benar menjadi mitra yang sejajar dalam memberikan pelayanannya kepada pasien/konsumen.
Mudah-mudah dengan tayangan RCTI ini masyarakat semakin cerdas dan terbuka bahwa dalam urusan kesehatan melibatkan beberapa komponen terkait, tidak hanya dokter…sehingga masyarakat bisa semakin sadar bahwa ada profesi apoteker yang banyak mendalami tentang obat-obatan, juga ada perawat yang jago dalam merawat pasien, dan lain-lain.
Buat teman-teman apotekerku tercinta, ayo berbenah diri…