Obat Sakit Gigi Menyebabkan Kantuk???

Sudah lama tidak meng-up load tulisan tentang serba-serbi apotek/apoteker, jadi pengen sharing lagi…seperti biasa, serba-serbi apotek/apoteker yang menarik diceritakan adalah bagaimana sampe sekarang pemahaman masyarakat tentang obat yang masih terkategorikan sangat rendah…

Cerita bermula ketika ada pembeli yang datang ke Apotek Samara dengan niatan mau membeli obat sakit gigi, berikut ini cuplikan percakapan yang terjadi:

Pembeli: “Bu, minta obat sakit giginya ya…tapi jangan yang menyebabkan kantuk…”
Apoteker: “Maksudnya gimana Pak..?”
Pembeli: “Kalo antalgin kan bisa menyebabkan kantuk? jadi minta yang bukan antalgin…”
Apoteker: “Pak, Antalgin tidak menyebabkan kantuk…Bla..bla….”
Akhirnya Bapak ini mendapatkan obat sakit gigi tanpa kuatir terserang kantuk…

Sang pembeli entah dapat info dari mana sehingga menyatakan kalau Antalgin dapat menyebabkan kantuk…seperti diketahui, efek samping Antalgin antara lain:

Infeksi lambung, hiperhidrosis; Retensi cairan dan garam; Reaksi alergi yang cukup sering terjadi: reaksi kulit dan edema angioneurotik; Efek samping yang berat: agranulositosis, pansitopenia dan nefrosis.

Berdasarkan percakapan di atas, menunjukkan untuk kesekian kalinya, betapa fungsi keberadaan Apoteker di apotek sungguh dibutuhkan masyarakat…supaya pemahaman masyarakat tentang obat semakin baik, supaya masyarakat semakin cerdas dalam melakukan pengobatan, supaya “kesalahan-kesalahan” informasi tentang obat di masayarakat bisa diluruskan, dan lain-lain.

Apoteker harus segera mengambil peran ini, peran yang sesuai dengan keilmuannya…bukankah selama 4 tahun kuliah sarjana dan 1 tahun kuliah profesi, Apoteker selalu di-suap-in dengan materi-materi terkait obat-obatan…akan sangat sayang kalau masa 5 tahun pembelajaran tersebut dibiarkan menguap begitu saja…

2 Responses to Obat Sakit Gigi Menyebabkan Kantuk???

  1. Lutfi Chabib says:

    Bravo mas.
    Tidak banyak para farmasis yang peduli dg realita di lapangan, terkadang saya pribadi sedih ketika ngajar di kelas, mau dibawa kemana generasi calon2 farmasis ini kedepannya, secara sy pribadi hanya buruh ngajar yang terbatasi oleh silabus dan SAP, semoga para pengambil kebijakan kurikulum farmasi disadarkan secepatnya oleh yang punya hidup.

    • dhadhang says:

      Mas Lutfi,
      Mengutip idiom 3M khas Aa Gym…mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai saat ini juga…karena kalo kita menunggu adanya perubahan kurikulum pendidikan farmasi di Indonesia, belum bisa menjamin adanya perubahan paradigma pelayanan pengobatan di Indonesia.

      Dengan kita mencoba menerapkan 3M-nya Aa Gym, minimal profesi kita sebagai Apoteker bisa dikenal di sekitar masyarakat kita tinggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: