Hati-hati dengan Obat Tradisional Bernomer Registrasi Fiktif

Trend gerakan ke alam (back to nature) hampir memasuki seluruh aspek kehidupan. Tidak ketinggalan dengan dunia obat-obatan. Memasuki abad milenium pengobatan menggunakan bahan baku dari alam semakin banyak digunakan. Bahkan sekarang industri-industri farmasi besar Indonesia juga sudah memproduksi beberapa obat-obatan yang berbasis herbal (bahan alam).

Ketika saya membuka web site Badan POM, ternyata banyak sekali produk berkategorikan Obat Tradisional yang sudah beredar di pasar Indonesia, yang mencakup Obat Tradisional lokal (produksi industri dalam negeri) dan Obat Tradisional impor (produksi industri luar negeri). Pabrikannya pun cukup beragam, mulai dari industri yang benar-benar sudah menerapkan cGMP (current Good Manufacturing Practice) sampai dengan industri kecil obat tradisional yang CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)-nya asal-asalan.

Namun demikian, di balik banyaknya obat tradisional yang beredar tersebut, ternyata banyak juga dijumpai obat tradisional fiktif. Disebut obat tradisional fiktif karena dalam kemasannya tertulis obat tradisional, tetapi nomer registrasinya fiktif. Nomer registrasi fiktif ini dapat berarti:

  • Pabrikan obat tradisional menulis asal nomer registrasi, tanpa melalui registrasi resmi kepada Badan POM
  • Obat tradisional sempat diregistrasikan ke Badan POM, tetapi pasca launching terjadi penyalahgunaan. Misal diregistrasikan sebagi obat luar, tapi digunakan sebagai tetes mata. Sehingga dalam web site Badan POM juga tercantum daftar produk dengan nomer registrasi yang dibatalkan.

Masyarakat harus hati-hati terhadap hal ini, karena menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Karena bisa jadi obat tradisional yang sedang digunakan sekarang memiliki efek yang manjur, tetapi ternyata di kemudian hari menyebabkan efek negatif yang jauh lebih besar dan berbahaya.

Untuk mengantisipasi hal ini, masyarakat dapat mengkonsultasikan keberadaan obat tradisional dengan nomer registrasi yang meragukan kepada Apoteker. Karena hal-hal yang mengurusi kebertanggungjawaban obat tradisional, mulai dari produksi sampai penggunaan di masayarakat adalah profesi Apoteker ini.

Untuk para Apoteker, tidak perlu panik ketika ada konsumen yang datang kepada Anda menanyakan tentang kebenaran nomer registrasi suatu obat tradisional. Alhamdulillah, Badan POM dengan web site-nya sekarang bisa dibilang cukup memfasilitasi untuk mengetahui kebenaran nomer registrasi suatu obat tradisional.

Untuk pengusaha obat tradisional, mari kita pikirkan juga nasib orang lain (baca: keselamatan dan kesehatan pengguna obat tradisional). Jangan hanya memikirkan diri sendiri dengan hanya mencari untung keduniaan semata.

4 Responses to Hati-hati dengan Obat Tradisional Bernomer Registrasi Fiktif

  1. nining says:

    makasih yaah infonyaaa,,,,

  2. Baru sempat mampir nih!
    Liat-liat dulu….
    Situsnya bagus nih!
    apalagi kalau disuguhi makan!
    hehehehehhehehe
    Kunjungan balik ya sob, ini blog saya
    http://guladarahrendah.blogspot.com/

  3. agrigoram says:

    ЛУчший сайт http://testthisforum.com против спама

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: