Chitosan: Salah Satu dari Sekian Ironi di Negeri Ini

Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yaitu produk samping (limbah) daripengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50% dari totalberat udang. Kadar chitin dalam berat udang berkisar antara 60-70% dan bila diproses menjadi chitosanmenghasilkan rendeman 15-20%.

Chitosan merupakan produk alamiah yang merupakan turunan dari polisakarida chitin. Chitosan
mempunyai nama kimia Poly D-glucosamine ( beta (1-4) 2-amino-2-deoxy-D-glucose), bentuk chitosan padatan
amorf bewarna putih dengan struktur kristal tetap dari bentuk awal chitin murni. Chitosan mempunyai rantai yang
lebih pendek daripada rantai chitin. Kelarutan chitosan dalam larutan asam dan viskositas larutannya tergantung
dari derajat deasetilasi dan derajat degradasi polimer.

Chitosan kering tidak mempunyai titik lebur. Bila chitosan disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama
pada suhu sekitar 100oF maka sifat kelarutannya dan viskositasnya akan berubah. Bila chitosan disimpan lama
dalam keadaan terbuka (terjadi kontak dengan udara) maka akan terjadi dekomposisi, warnanya menjadi kekuningan
dan viskositas larutan menjadi berkurang. Hal ini dapat digambarkan seperti kapas atau kertas yang tidak stabil
terhadap udara, panas dan sebagainya.

Chitosan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang biokimia, obat-obatan atau farmakologi, pangan dan gizi,
pertanian, mikrobiologi, penanganan air limbah, industri-industri kertas, tekstil membran atau film, kosmetik dan
lain sebagainya.

Dalam cangkang udang, chitin terdapat sebagai mukopoli sakarida yang berikatan dengan garam-garam
anorganik, terutama kalsium karbonat (CaCO3), protein dan lipida termasuk pigmen-pigmen. Oleh karena itu untuk
memperoleh chitin dari cangkang udang melibatkan proses-proses pemisahan protein (deproteinasi) dan pemisahan
mineral (demineralisasi). Sedangkan untuk mendapatkan chitosan dilanjutkan dengan proses deasetilasi.
Reaksi pembentukan chitosan dari chitin merupakan reaksi hidrolisa suatu amida oleh suatu basa. Chitin
bertindak sebagai amida dan NaOH sebagai basanya. Mula-mula terjadi reaksi adisi, dimana gugus OH- masuk ke
dalam gugus NHCOCH3 kemudian terjadi eliminasi gugus CH3COO- sehingga dihasilkan suatu amida yaitu
chitosan.

Yang menjadi ironi adalah keberadaan chitosan di negeri ini masih sangat susah, terutama untuk keperluan industri (farmasi). Seperti kebanyakan bahan baku untuk farmasi, untuk memperoleh chitosan dengan kualitas bagus, minimal pharmaceutical grade, kita harus menelisik satu per satu suplier yang ada di Indonesia…bahkan orang lebih seneng menggunakan yang diimpor dari luar negeri.

Padahal Indonesia dikenal sebagai negeri bahari dengan luas lautnya jauh lebih besar daripada daratannya, konsekuensi laut yang luas adalah banyaknya produk laut yang bisa dikelola…dan diantara bagian kecil dari produk laut tersebut adalah udang dan rajungan yang merupakan komponen dasar dari chitosan.

Referensi: disarikan dari berbagai sumber

3 Responses to Chitosan: Salah Satu dari Sekian Ironi di Negeri Ini

  1. abe says:

    it’s indeed a very good one to be researched…^_^d

  2. Salman Rushdie may be a fine novelist,but as a film critic of SM he simply falls flat..One can clearly see that he is jealous of SMs success..I prefer that he keeps his big mouth shut and concentrate only on writing novels..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: