Uji Disolusi (1)

Sudah lama nggak nge-up load tulisan di blog, kangen juga…hitung-hitung sambil belajar. Kali ini, belajar pendahuluan tentang Uji Disolusi…yang sekarang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam evaluasi sediaan farmasi, terutama yang terkait dengan pengujian pelepasan obat.

Disolusi adalah deorganisasi struktur kristal karena pengaruh medium disolusi dan menghasilkan dispersi ionik atau molekuler. Dengan kata lain, disolusi bisa dianggap kebalikan dari kristalisasi.
Disolusi merupakan reaksi heterogen, yang terjadi dari rangkaian peristiwa yang berbeda-beda yang secara skematis meliputi:
– pertukaran partikel di permukaan solid
– perubahan solid menjadi cairan
– pemindahan zat terlarut ke medium disolusi.
Di dalam proses disolusi terjadi langkah simultan antara: liberasi dan rediposisi molekul terlarut pada permukaan solid.

Terdapat beberapa macam teori disolusi, antara lain:
– Teori film (Nerst, 1904)
– Teori penetrasi (Surface renewal Theory)
– Teori limit kecepatan solvasi (Trunner)

Teori film:
Terdapat lapisan tipis yang mengelilingi solid dengan ketebalan tertentu (h cm). Lapisan tersebut merupakan stagnan (film yang tidak bergerak). Selanjutnya terjadi keseimbangan antara liberasi dan rediposisi molekul di permukaan solid.

Alat uji disolusi menurut Farmakope Indonesia edisi IV:
– Alat uji disolusi tipe keranjang (basket)
– Alat uji disolusi tipe dayung (paddle)

Alat untuk uji pelepasan obat menurut USP 29, NF 24:
1. Alat uji pelepasan obat tipe keranjang (basket)
2. Alat uji pelepasan obat tipe dayung (paddle)
3. Alat uji pelepasan obat tipe reciprocating cylinder
4. Alat uji pelepasan obat tipe flow through cell
5. Alat uji pelepasan obat tipe paddle over disk
6. Alat uji pelepasan obat tipe silinder
7. Alat uji pelepasan obat tipe reciprocating holder

Medium Disolusi
Medium disolusi idealnya diformulasi semirip mungkin dengan pH in vivo (cairan gastrointestinal). Misalnya, medium disolusi yang didasarkan pada 0,1 N HCl digunakan untuk menurunkan pH mendekati pH lambung, yaitu sekitar 1-3.

10 Responses to Uji Disolusi (1)

  1. nina says:

    pustakanya dong…

  2. monika says:

    Saya sangat mengapresiasi website yang anda buat. Sangat bermanfaat…
    Kebetulan saya sedang bermasalah dengan salah satu penelitian saya mengenai suatu bahan obat yang membutuhkan uji profil disolusi dalam beberapa media tertentu. Bagaimana cara meningkatkan % terlarut dalam media tertentu tanpa mengurangi kelarutannya dalam ph yang lain? Misal, bahan obat itu telah memiliki nilai similiarty yang baik dengan inovator pada pH 6.8, tetapi selalu bermasalah dalam pH 1.2 dan 4.5 (Nilai f2 < 50). Adakah saran dari segi formulasi untuk meningkatkan nilai f2 pada ph 1.2 dan 4.5 tanpa menurunkan nilai f2 pada pH 6.8?
    Terima kasih

    • dhadhang says:

      Maaf baru sempat reply.
      Kalo boleh tau, bentuk sediaannya apa? formulanya bagaimana? supaya analisisnya bisa lebih baik

      Terima kasih

  3. wahyu retno wulan says:

    aslmkm..bpk apakar???
    pa..kebetulan sekali membaca blog ini. lagi cari literatur ttg uji disolusi buat proposal skripsi.
    tapi mengalami kendala ni pa..
    terurama buat analisis datanya.
    wulan lag mempelajari perhitungan uji disolusi Klasik/KAHN. nyari literaturnya susah bgt. nyari bukunya di perpus UGM gk ad kmrn. bpk punya masukan?
    judul proposal wulan
    pengaruh explotab sebagai disintegran dalam formaulasi tablet piroxicam terhadap mutu fisik dan profil disolusinya.
    terimakasih banyak bpk bisa membntu..
    kpn ke purwokerto pa???wslmkm

    • dhadhang says:

      wa’alaikum salam wr. wb.
      alhamdulillah kabar baik.
      ada buku khusus tentang uji disolusi, judulnya Pharmaceutical Dissolution Testing.
      tiap akhir pekan saya ke Purwokerto kok.
      kalo pengen ngobrol bisa online kok via YM, gmail, atau FB.

      good luck!

  4. dani says:

    Mas,, saya mau minta tolong ini,,, bagaimana kit menghitung kadar zat yang terdisolusi,,, rumusnya gimana ma???

  5. nurul says:

    mas saya ingin bertanya, bagaimana caranya menentukan medium disolusi suatu obat,menggunakan medium cairan lambung buatan (pH1,2) ato cairan usus buatan (pH 7,4)?apakah cukup melihat monografi yg tertera di farmakope?ato ada hal lain yang perlu dipertimbangkan?

    • dhadhang says:

      tergantung kita pengen obat teersebut terlepas/terdisolusi di mana? baru kita membuat medium disolusinya sesuai dengan pH bagian organ yang kita inginkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: