Uji Disolusi (2)

Melanjutkan tulisan tentang Uji Disolusi…

Media Disolusi
Dalam pemilihan media disolusi, dapat dipertimbangkan hal-hal berikut:
– Jika kelarutan zat aktif tidak dipengaruhi pH, maka sebagai media dapat digunakan aquades
– Jika kelarutan zat aktif dipengaruhi oleh pH, maka sebagai media disolusi digunakan cairan lambung atau usus buatan.
Selain pertimbangan kelarutan, pemilihan cairan disolusi dapat berdasarkan pada formulasi dan stabilitas zat aktif. Jika suatu zat aktif merupakan suatu molekul netral dan kelarutannya dalam air sangat kecil sehingga penentuan kecepatan disolusi dalam air tidak ada artinya maka dapat digunakan sistem pelarut hidro-alkohol, namun alkohol dapat menyebabkan desintegrasi yang tidak realistis.

Volume Media Disolusi
Volume media disolusi tergantung dari kelarutan zat aktif yang akan ditentukan kecepatan disolusinya. Jika kelarutan suatu zat aktif kecil dan kadarnya cukup besar dalam suatu sediaan, maka diperlukan media disolusi dalam volume yang cukup besar. Penjenuhan cairan disolusi sebaiknya dicegah, sebagai acuan dapat digunakan bahwa volume media disolusi yang digunakan dalam suatu pengujian disolusi minimal 4 kali lebih besar daripada volume media di mana zat aktif tersebut dapat larut seluruhnya.

Suhu
Suhu dalam wadah disolusi harus dikendalikan secara seksama. Kelarutan zat aktif tergantung juga pada suhu media, karena itu variasi suhu selama pengujian harus dihindari. Wadah disolusi biasanya tercelup dalam penangas air yang dilengkapi dengan termostat. Suhu yang biasa digunakan adalah 37 derajat Celcius.

Lokasi Pengambilan Alikot
Jika suatu sediaan tablet terdesintegrasi menjadi partikel-partikel halus dan perbedaan bobot jenis antara partikel dan media disolusi cukup kecil, maka pengambilan alikot dapat dilakukan di mana saja pada wadah disolusi. Menurut USP XXII pengambilan alikot dilakukan pada suatu titik/tempat tertentu dalam wadah disolusi yaitu pada posisi antara alat pengaduk (keranjang/dayung) dan permukaan atas media dan tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah.

Lama Pengujian
Lama pengujian tergantung kelarutan zat aktif. Pengujian dilakukan paling sedikit sampai diperoleh T 80% atau lebih.

Waktu Pengambilan Sampel
Waktu pengambilan alikot disesuaikan dengan monografi, biasanya dicantumkan % terdisolusi dalam waktu tertentu. Untuk mengetahui profil disolusi zat aktif maka pengambilan sampel harus dilakukan pada rentang waktu tertentu.

2 Responses to Uji Disolusi (2)

  1. Nuraeni says:

    good luck
    untuk tulisan’a..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: