IAI Banyumas Layak Menjadi Percontohan di Indonesia

11204474_10208949120309711_815703642069734112_nKemarin, saya dikirimi beberapa foto dan video singkat oleh seorang kolega, foto dan video singkat tersebut berisi tentang pelepasan istriku oleh pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Banyumas. Sehari sebelumnya, istri sempat memberitahu bahwa setelah sholat Jumat akan makan-makan dalam rangka pamitan.

Yang membuat saya terharu ketika melihat beberapa foto dan video singkat tersebut adalah sambutan dan apresiasi yang sangat hangat dari para pengurus IAI cabang Banyumas. Hampir seluruh pengurus hadir dalam acara pelepasan istri tersebut, segenap tokoh-tokoh Apoteker Banyumas hadir di dalam acara tersebut.

Sejak sekitar tahun 2010, istri menjadi salah satu pengurus di IAI Banyumas, aktivitas yang penuh pengabdian, karena tidak ada istilah gaji dalam kepengurusan IAI Banyumas. Tetapi istri terlihat enjoy, karena istri dan teman-teman pengurus IAI Banyumas memiliki visi yang sama, yaitu ingin menciptakan dan menghadirkan Apoteker yang mampu memberikan pelayanan kefarmasian/kesehatan yang paripurna kepada masyarakat. Istri dan teman-teman pengurus IAI Banyumas menempatkan komunitas mereka ibarat keluarga kedua bagi mereka.

Sebelum berinteraksi dengan IAI Banyumas, saya pernah berinteraksi dengan IAI Bandung dan IAI Jakarta, yang menurut saya IAI Banyumas yang paling berbeda. IAI Banyumas sangat mendukung upaya apoteker-apoteker yang ingin memiliki apotek sendiri, sehingga “beban” modal untuk apotek agak terkikis. IAI Banyumas sangat memegang prinsip dan implementasi bahwa apotek itu adalah lahan praktek dan usaha bagi apoteker, sehingga tidak heran jika sampai saat ini jumlah apotek yang pemiliknya adalah juga apoteker lebih dari 75%.

Pengurus IAI Banyumas juga mengadakan pertemuan rutin anggota, yang agak jarang ditemukan di pengurus IAI-IAI lain yang ada di Indonesia. Pertemuan ini diadakan sambil makan siang bersama. Pertemuan rutin seluruh anggota IAI Banyumas diadakan minimal setiap 3 bulan sekali. Pertemuan rutin seluruh anggota korwil (koordinator wilayah) diadakan setiap sebulan sekali, yang biasanya dibuat dalam model arisan anggota. Hal ini yang membuat ikatan apoteker yang tergabung dalam IAI Banyumas ini cukup kuat. Pertemuan internal pengurus frekuensinya tidak tentu, setiap butuh koordinasi, para pengurus akan mengadakan pertemuan. Dalam sebulan minimal sekali ada satu kali pertemuan internal pengurus.

Seiring bertambah banyaknya jumlah apoteker di Banyumas, pengurus IAI Banyumas berinisiatif membuat apotek bersama, yaitu apotek yang modalnya dari para apoteker yang bersedia berinvestasi (dalam bentuk saham) dan pengelolanya dari apoteker-apoteker muda yang senang dengan tantangan. Jadi apotek bersama ini dari, oleh, dan untuk apoteker-apoteker yang ada di Banyumas. Sampai sekarang jumlah apotek seperti ini ada dua di Banyumas, yang kemudian dalam pengelolaan usahanya, para apoteker yang di bawah naungan IAI Banyumas tersebut menghimpun diri dalam suatu koperasi.

Semoga IAI Banyumas istiqomah dengan nilai-nilainya (komitmen, integritas, kekeluargaan, dll) sehingga mimpi menghadirkan apoteker yang kompeten, berintegritas, dan paripurna segera menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: