Membayangkan Status Dosen seperti Pemain Bola

Beberapa waktu lalu, diriku kaget ketika salah seorang sahabat bilang akan pindah ke kampus negara lain, sahabat ini baik banget dan sangat kekeluargaan. Seorang sahabat yang sering ketemu di masjid, seorang sahabat yang menjadikan kami dekat karena posisi minoritas di negeri ini. Seorang sahabat yang keluarganya pun menjadi dekat dengan keluarga kami karena didekatkan oleh persamaan akidah. Seorang sahabat ini juga seorang Associate Professor di University of Twente, posisi yang satu strip lagi akan menjadi full Professor. Sahabat ini akan pindah ke salah satu universitas ternama di Arab Saudi dengan status yang sama, Associate Professor.
Sebelumnya, salah seorang Associate Professor di departemenku juga pindah ke lain departemen di universitas yang sama.
Dua penggalan kisah ini, yang kebetulan terjadi sangat dekat di sekitarku, menggambarkan bagaimana pergerakan mobilitas dosen sangat dinamis. Dinamisnya fenomena hijrah dosen dari satu universitas ke universitas yang lain merupakan sesuatu yang lazim di beberapa negara. Dosen ibarat pemain bola, yang dapat hijrah sewaktu-waktu tergantung kesepakatan pemain dan antara kedua klub (yang baru dan yang lama).
Saya membayangkan, seandainya perpindahan dosen di NKRI seperti di negara lain, seperti pemain bola di liga, mungkin akan membuat iklim perdosenan dan perguruan tinggi akan menghangat, rame, dan harapannya akan membuat kualitas universitas-universitas di Indonesia juga menjadi lebih baik. Ibarat klub bola, klub tersebut akan berlomba-lomba menghimpun pemain-pemain yang berkualitas dengan tujuan klubnya menjadi nomer satu, menjadi yang terbaik sehingga akan dilirik oleh para sponsor dan selalu dipenuhi penonton ketika klub tersebut bertanding. Ketika semakin banyak klub baik yang bertanding, pertandingan pun akan semakin menarik, kualitas liga di negara tersebut akan ikut meningkat kualitasnya, dan kualitas tim nasional negara tersebut juga baik. Dapat dilihat, betapa negara-negara Eropa mendominasi persepakbolaan dunia, salah satu faktornya adalah kualitas liga di negara-negaranya yang yahud.
Kembali ke bayanganku tentang status dosen di negaraku tercinta, ketika dosen diibaratkan pemain bola, maka dosen-dosen akan berlomba-lomba menunjukkan performa terbaiknya supaya dilirik oleh kampus-kampus terbaik di negeri ini. Universitas tinggal mencari dan menarik dosen-dosen bertalenta yang produktif menghasilkan publikasi, karya ilmiah, paten, dan lain-lain dengan harapan kampusnya semakin bereputasi secara nasional dan internasional.
Ketika dosen seperti pemain bola, kesejahteraan dosen pun linier dengan prestasinya. Semakin baik prestasinya, kompensasi finansial yang akan diterima pun juga akan semakin baik. Tatkala dosen yang berprestasi dengan kompensasi yang mumpuni semakin banyak jumlahnya, dunia perguruan tinggi di Indonesia pun akan semakin bereputasi. Mengingat faktor SDM (dosen) merupakan salah satu faktor utama kualitas suatu universitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: