Sedikit Sharing tentang Metode Glenn Doman

November 24, 2008

Sebenarnya tidak ada masalah dengan metode Glenn Doman, yang jadi masalah adalah kalau kita hanya terpaku pada satu metode itu. Metode Glenn Doman dilakukan dengan menggunakan flashcard. Kartu-kartu ini yang nantinya akan dibacakan ‘dengan cepat’ di depan anak, bisa dimulai pada anak usai 0 th, dan ini dilakukan berulang-ulang setiap harinya dengan menggunakan berbagai kategori kartu.

0 th? Ya… karena masa trimester tiga kehamilan sampai anak umur 3 tahun adalah periode emas pertumbuhan otak (brain growth spurt). Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup dan tidak berulang, selanjutnya pertumbuhan otak tetap berjalan sampai masa usia prasekolah…

Pada usia emas (golden age) diharapkan para orang tua melakukan rangsangan-rangsangan kepada anak agar pertumbuhan otaknya (baik otak kiri maupun otak kanan) berjalan dengan baik.. perkembangannya harus seimbang, antara motorik halus, motorik kasar, begitu juga syaraf sensoriknya. Keseimbangan ini ynag harus diperhatikan para orang tua. Kalau dilihat, metode Glenn Doman bagus untuk perkembangan syaraf sensorik, untuk otak kiri maupun otak kanan bisa dibilang seimbang karena metode ini dilakukan dengan suasana yang menyenangkan, seperti bermain. Lebih bagus lagi kalau yang melakukan adalah orang tuanya sendiri untuk membangun kedekatan dengan anak. Kelemahan dari metode ini adalah tidak adanya interaksi anak dengan lingkungan, kalaupun ada hanyalah interaksi dengan orangtua plus kartu-kartu mati. Rangsangan terhadap syaraf motorik kasar sangat kurang… Motorik kasar berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak.

Banyak metode yang bisa orang tua gunakan untuk merangsang perkembangan anak… produksi dalam negeri ada jarimatika (berhitung menggunakan jari), sempoa, rumah qur’ani (menghafal Al-Qur’an dengan kisah-kisah hikmah), permainan-permainan kreatif (sekarang sangat banyak pilihan), membaca buku cerita, olahraga, permainan di alam bebas, bermain dengan teman seusianya, dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan…

Bagaimana dengan orang tua yang sibuk? Silahkan ditimbang bagaimana yang paling baik… Kalau pengasuh anak kita bisa dipercaya, kompak dengan pola pendidikan yang kita ajarkan ya nggak masalah anak kita tetap di rumah… tapi kalau kondisi kebalikannya, coba cari tempat yang kira kira bisa menjadi sarana anak kita untuk “berpetualang”…

<ummu fatih>

Advertisements

Hari ini, 22 November 2008 tepat 4 tahun yang lalu…

November 22, 2008

4 tahun yang lalu, 22 November 2004 bertempat di rumah di Jalan Raya Semanding Kauman, Ponorogo berlangsung acara sakral yang mempertautkan kehidupan 2 insan yang bernama Dhadhang Wahyu Kurniawan dan Yudyawati.

Kini, 22 November 2008, 2 insan tersebut telah dikaruniai satu orang putra sebagai penghibur dan penghias rumah tangga mereka. 4 tahun sudah pernikahan tersebut berlangsung, banyak suka dan duka yang telah mereka hadapi bersama, mengarungi kerasnya hidup yang ada, berdua mereka mengayuh bahtera…

Semoga bahtera tersebut terus berlayar dan berkembang sehingga dapat terus menghasilkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi agama, masyarakat, keluarga, dan bangsa ini.


17 Oktober 2008, Jagoanku genap 3 tahun…

October 18, 2008

Jumat, 17 Oktober 2008 Jagoanku Shabra Jamil Fatih Muhammad, yang biasa dipanggil FATIH genap berusia 3 tahun. Pada usia segitu, Fatih udah mulai bisa berkata apa saja, udah bisa memilih makanan yang enak, udah bisa memilih baju kesukaannya, udah bisa mencari perlindungan ke abi atau umminya apabila Fatih dibuat menangis oleh salah satu –abi atau umminya–

Fatih sekarang juga udah bisa nge-game komputer sendiri, udah bisa nyalain TV/VCD sendiri, udah bisa berdoa sebelum maem, udah bisa ngikuti gerakan sholat, dan lain-lain yang membuat kami –abi & umminya– selalu kangen apabila 1 hari saja tidak ketemu Fatih.


Jogja International Hospital

September 2, 2008

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 12 Agustus 2008 saya berkesempatan jalan-jalan mengunjungi Jogja International Hospital.

Kebetulan sekali, saya kenal dengan salah satu Apotekernya sehingga saya dapat mengunjungi dengan puas dan juga dapat bertanya jawab tentang rumah sakit internasional ini.

Rumah sakit ini ternyata kepunyaan UII (Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta. Ini yang membuat saya kagum, rumah sakit-rumah sakit di Indonesia yang berlabel internasional biasanya yang punya adalah orang-orang warga keturunan dan/atau nonmuslim.

Read the rest of this entry »


Farmasi Pedesaan XII Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ars Praeparandi” ITB

August 21, 2008

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ars Praeparandi” ITB, untuk yang ke 12 kalinya menyelenggarakan kegiatan Farmasi Pedesaan, tanggal 6 – 13 Agustus 2008 di di Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Kegiatan Farmasi Pedesaan adalah kegiatan yang kontinyu dilaksanakan oleh Himpunan
Mahasiswa Farmasi “Ars Praeparandi” ITB semenjak tahun 1984 dengan waktu penyelenggaraan setiap 2 tahun sekali. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk bakti sosial kepada masyarakat desa di Jawa Barat dan bentuk usaha mahasiswa farmasi ITB untuk memberikan perubahan desa tersebut ke arah yang lebih baik. Farmasi Pedesaan sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di desa desa yang terletak di Purwakarta, Garut, dan Cianjur.Farmasi Pedesaan XI diselenggarakan di desa Cimaragang Kecamatan Cidaun, Cianjur pada 2-10 Agustus 2006.

Tujuan dilaksanakannya Farmasi pedesaan adalah:

Read the rest of this entry »


Jaringan Farmasi Inggris Berikan Layanan Khusus Selama Ramadhan

August 20, 2008
Suasana menyambut Ramadan sudah terasa di berbagai negara. Sebuah jaringan perusahaan farmasi terkenal di Inggris, Co-operative Pharmacy, akan memberikan layanan kesehatan khusus bagi warga Muslim selama bulan RamadanAdrian Price, manajer perusahaan itu mengatakan, selama bulan Ramadan banyak pasien yang mengubah jadwal minum obat mereka, bahkan mengubah dosis yang mereka minum setiap hari tanpa melakukan konsultasi terlebih dulu. Oleh sebab itu, Co-operative Pharmacy akan membantu para pasien untuk memberikan konsultasi gratis dengan bantuan para ahli farmasinya, tentang problem obat-obatan yang harus mereka minum serta membantu memberikan solusinya.

“Menghabiskan beberapa menit untuk berkonsultasi tentang persoalan-persoalan kesehatan yang mereka hadapi, itu lebih baik, ” kata Price.

Co-operative Pharmacy adalah jaringan farmasi terbesar ketiga di Inggris yang meniliki sekitar 800 cabang. “Kami mendorong para pelanggan kami untuk melakukan konsultasi tentang obat-obatan yang mereka minum, terutama mendekati bulan Ramadan, akan sangat bermanfaat bagi mereka yang akan berpuasa, ” sambung Price.

Untuk keperluan kegiatan ini, perusahaan tersebut memberikan pelatihan bagi para apotekernya di 40 cabangnya, terutama yang berada di kawasan yang populasi Muslimnya cukup besar. Para apoteker akan memberikan penjelasan bagaimana menjalankan ibadah puasa tanpa harus mengurangi efektivitas obat-obatan yang mereka minum dan memberikan penjelasan tentang bahayanya jika mereka mengubah jadwal minum obat, terutama obat-obatan dengan resep dokter, tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Co-operative Pharmacy sudah menyebarluaskan kegiatannya itu melakukan situsnya dalam tiga bahasa; Inggris, Urdu dan Bengali. Karena di Inggris, mayoritas warga Muslimnya berasal dari Pakistan, India dan Bengali.

“Kami menghargai pentingnya memahami budaya dan sensivitasnya ketika bersentuhan dengan implikasi kesehatan seseorang terkait dengan keyakinan agama yang dianutnya, ” ujar Price tentang kegiatan sosial yang dilakukan perusahaannya selama Ramadan nanti. (ln/iol)

diambil dari www.eramuslim. com


Keren Banget…

August 19, 2008
Tesis Astrofisika Gitaris Queen Dibukukan
Dr Brian May CBE diangkat menjadi Rektor Liverpool John Moores University pada November 2007 setelah lulus S3 dalam bidang astrofisika.
Minggu, 3 Agustus 2008 | 09:54 WIB

JAKARTA, MINGGU – Bermain musik puluhan tahun ternyata tak menurunkan niat gitaris grup band legendaris Queen, Brian May, untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya. Pendidikan doktoralnya dalam bidang astrofisika yang sempat berhenti akhirnya selesai tahun lalu dan tesisnya baru saja dibukukan.

“Saya telah menikmati hari-hari bermain gitar dan bermusik dengan Queen tetapi suatu kepuasan tersendiri dapat mempublikasikan tesis saya. Saya telah tertarik dengan dunia astronomi bertahun-tahun dan sangat bahagia akhirnya dapat meraih gelar Ph.D tahun lalu dan mempublikasikan studi saya tentang cahaya Zodiak dalam sebuah buku,” kata May.

Tesis yang sudah disusun lengkap tersebut dicetak dalam sebuah buku yang berjudul “A Survey of Radial Velocities in the Zodiacal Dust Cloud” (Springer and Canopus Publishing Ltd., 2008). Dalam tesisnya, May menguji fenomena misterius yang dikenal dengan cahaya Zodiak (cahaya fajar) yakni cahaya yang berbentuk kerucut berpendar di langit sebelah barat setelah matahari tenggelam dan di sebelah timur sebelum matahari terbit.

Fenomena ini lebih mudah diamati di daerah rural karena langit yang gelap tanpa gangguan lampu penerangan. Cahaya zodiak ini sekitar 2-3 jam sebelum matahari terbit di sebelah timur. Munculnya cahaya tersebut dapat mengelabui orang karena dikira cahaya Matahari pada pagi hari ini. Seorang astronom Persia yang hidup sekitar abad ke-12 menunjukkan fenomena ini sebagai sinar fajar palsu dalam suatu puisi.

Tesis May tersebut memfokuskan pada suatu alat yang dapat merekam 250 hasil pemindaian terhadap cahaya Zodiak tersebut pada pagi dan petang hari antara 1971 dan 1972. Perekamannya menggunakan Spektrometer Fabry-Perot yang terletak di Observatorio del Teide di Izana,Tenerife, salah satu observatorium terbesar di Kepulauan Canary.

Brian May menerima gelar doktornya pada 24 Agustus 2007 dari Universitas Imperial, London. Ia juga akan ditunjuk menjadi rektor di Universitas John Moores Liverpool pada November di tahun yang sama. Dua prestasi itu menunjukkan kalau Brian May tak hanya maestro gitaris tapi juga unggul di bidang lain.